Siak Perketat Pengawasan 67 Kampung Rawan Karhutla di tengah Cuaca Panas

  • 08 Jun 2026 16:37 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Siak - Pemerintah Kabupaten Siak meningkatkan pengawasan di puluhan kampung yang berada di kawasan gambut menyusul cuaca panas yang melanda wilayah Riau dalam beberapa pekan terakhir. Meski hingga saat ini belum terdeteksi adanya titik api, kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat untuk mencegah terulangnya bencana asap.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak, Novendra Kasmara, mengatakan sedikitnya 67 kampung di berbagai kecamatan masuk dalam kategori rawan karhutla karena memiliki bentangan lahan gambut yang luas.

Menurutnya, kondisi cuaca panas yang berlangsung cukup lama dapat menyebabkan lahan gambut mengering dan lebih mudah terbakar. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

"Wilayah-wilayah yang didominasi lahan gambut memang memiliki risiko tinggi saat musim panas. Karena itu kami mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman karhutla," kata Novendra, Senin 8 Juni 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan terkini, Kabupaten Siak masih berada dalam kondisi aman tanpa titik api. Namun, status tersebut tidak boleh membuat masyarakat lengah karena potensi kebakaran tetap ada selama cuaca panas masih berlangsung.

"Alhamdulillah saat ini tidak ada titik api yang terdeteksi. Namun upaya pencegahan harus tetap berjalan karena kondisi cuaca cukup mendukung terjadinya kebakaran lahan," ujarnya.

BPBD Siak bersama pemerintah kecamatan dan kampung telah mengintensifkan patroli rutin di kawasan rawan. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat juga terus dilakukan agar warga tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Novendra menilai pencegahan sejak dini menjadi langkah paling efektif dibandingkan harus melakukan pemadaman ketika api sudah meluas, terutama di lahan gambut yang memiliki karakteristik kebakaran bawah permukaan dan sulit ditangani.

Untuk mempercepat penanganan apabila ditemukan indikasi kebakaran, masyarakat diminta segera melapor kepada aparat setempat maupun melalui layanan darurat Pemerintah Kabupaten Siak.

"Kami berharap masyarakat segera melaporkan jika melihat asap atau titik api sekecil apa pun agar bisa ditangani lebih cepat sebelum meluas," katanya.

Sementara itu, kondisi cuaca panas yang terjadi di Riau saat ini dipengaruhi masa transisi menuju musim kemarau. Berkurangnya tutupan awan menyebabkan intensitas penyinaran matahari meningkat sehingga suhu udara terasa lebih panas dibanding biasanya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena dapat mempercepat pengeringan lahan gambut yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Siak. Oleh sebab itu, kolaborasi antara pemerintah, petugas lapangan, dan masyarakat dinilai menjadi faktor utama untuk menjaga wilayah tetap bebas dari karhutla.

Dengan pengawasan yang diperketat serta partisipasi aktif masyarakat, Pemerintah Kabupaten Siak berharap status nihil titik api dapat terus dipertahankan sepanjang musim kemarau tahun ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....