Menteri Agama Soroti Pentingnya Memperkuat Generasi Muda Qur’ani di Era Digital

  • 28 Feb 2026 16:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya memperkuat generasi muda Qur’ani di era digital. Ia menyebut tema tersebut relevan untuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045 yang penuh tantangan.

“Saya kira tema ini sangat penting karena menjemput masa depan yang datang lebih awal. Bahkan kadang-kadang lebih cepat kedatangannya daripada kesiapan kita mempersiapkan diri, tentu ada resiko yang harus kita tanggung,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Anugerah Pekan Tilawatil Qur'an ke-55 di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI, Jakarta, Sabtu, 28 Februari 2026.

Menurutnya, masa depan sering datang lebih cepat daripada kesiapan manusia dalam mempersiapkan diri. Kondisi itu, lanjutnya, menghadirkan resiko besar jika generasi muda tidak dibekali dasar moral spiritual.

Ia mengingatkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berlangsung sangat pesat. Bahkan, ia mengibaratkan teknologi informasi seperti ‘nuklir’ yang bisa membawa manfaat maupun kehancuran.

Nasaruddin mencontohkan nuklir dapat menjadi sumber energi murah bagi negara besar. Namun di sisi lain, tenaga nuklir juga pernah digunakan sebagai bom yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki.

Karena itu, ia menekankan pentingnya pengelolaan teknologi dengan norma ketat agar tidak menjadi bumerang kemanusiaan. Ia optimistis teknologi informasi dapat menjadi fasilitator peradaban baru jika dipandu nilai-nilai moral dan spiritual yang kuat.

“Jadi kalau IT ini tidak pintar kita memenejnya, menyikapinya, maka itu bisa menjadi bumerang kemanusiaan. Tapi kalau kita mampu untuk memanduinya secara baik, dengan norma-norma yang sangat ketat, maka IT itu nanti insyaallah akan menjadi fasilitator untuk terwujudnya peradaban baru,” ucapnya.

Rekomendasi Berita