Dirut RRI: PTQ 2026 Momentum Perkuat Al-Qur'an sebagai Pedoman Hidup

  • 28 Feb 2026 15:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) ke-55 Tahun 2026 menjadi momentum memperkuat komitmen menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Demikian disampaikan oleh Direktur Utama LPP RRI, I Hendrasmo.

"Pelaksanaan TPQ ke-55 2026 memiliki makna yang mendalam karena pelaksanaannya bertepatan pada bulan Ramadan. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi momentun dalan menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup," katanya saat menghadiri Anugerah Pekan Tilawatil Qur'an (PTQ) 2026, Auditorium Abdurrahman Salleh RRI, Jakarta Pusat, Sabtu, 28 Februari 2026.

Ia menilai, generasi muda saat ini dihadapkan pada berbagai peluang sekaligus tantangan. Oleh karena itu, nilai-nilai Al-Qur’an harus menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter generasi yang cerdas.

Sebagai lembaga penyiaran publik, Radio Republik Indonesia (RRI) memiliki peran strategis dalam mendukung lahirnya generasi muda Qur’an. Terutama melalui siaran dan berbagai kegiatan termasuk Pekan Tilawatil Qur’an tersebut.

Dalam hal ini, RRI hadir bukan sekadar sebagai penyampai informasi. Tetapi juga sebagai media edukasi, inspirasi, dan pembentuk karakter bangsa.

"Kegiatan ini menjadi bukti bahwa insan RRI dan generasi muda Indonesia memiliki komitmen kuat untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Sekaligus sumber inspirasi dalam berkarya dan mengabdi kepada bangsa dan negara," ucapnya.

Baginya, ini merupakan fondasi penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Yaitu Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berkarakter luhur.

Tidak lupa, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para Dewan Hakim. Sebagai ucapan terima kasihnya atas profesionalisme dan dedikasi mereka dalam pelaksanaan PTQ ke-55 tahun 2026.

Sementara itu, Menteri Agama, Nassarudin Umar, menekankan bahwa Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) tidak semata-mata ajang kompetisi. Menurutnya, lomba ini lebih dari sekadar menilai keindahan suara dan ketepatan tajwid para peserta.

"Yang paling penting adalah semangat Al-Qur’an itu meresap ke dalam jiwa dan pikiran setiap pendengarnya," ujarnya. Baginya, Al-Qur’an bukan hanya sekadar kitab suci yang dibaca, tetapi menjadi pedoman hidup.

Dengan pandangan ini, PTQ diharapkan tidak hanya melahirkan qori dan qori’ah yang mahir membaca. Tetapi juga generasi yang memahami dan menghayati nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita