Inilah Empat Kriteria Penentu Juara Tilawah PTQ 2026
- 27 Feb 2026 20:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Dewan Hakim PTQ 2026, KH. Muhsin Salim menyampaikan adanya empat kriteria utama dalam menentukan juara lomba tilawah. Penilaian itu meliputi bidang Tajwid, Fashahah, Lagu, dan Komposisi.
Menurutnya, seluruh peserta akan dinilai secara objektif berdasarkan indikator yang telah ditetapkan dewan hakim. Setiap aspek memiliki bobot penilaian tersendiri guna memastikan hasil yang adil dan profesional.
"Ada empat poin yang dinilai. Sehingga siapapun diantara mereka yang memenuhi kriteria itu maka akan menjadi juara satu," katanya kepada RRI usai lomba PTQ 2026: Tilawah, Auditorium Abdurrahman Saleh RRI, Jakarta Pusat, Jumat, 27 Februari 2026.
Ia menegaskan, tajwid menjadi aspek penting karena berkaitan dengan ketepatan pelafalan dan hukum bacaan Al-Qur’an. Sementara fashahah menilai kefasihan dan kejelasan artikulasi peserta dalam membaca ayat suci.
Adapun aspek lagu berkaitan dengan keindahan dan kesesuaian irama dalam tilawah. Sedangkan komposisi mencakup pengaturan tempo, penguasaan nada, serta harmonisasi keseluruhan bacaan.
Sementara itu, ia menilai kesiapan para finalis PTQ 2026 telah menunjukkan progres yang signifikan dan berada pada tahap yang optimal. Hal tersebut tercermin dari peningkatan kualitas bacaan, penguasaan materi, serta ketenangan saat tampil di atas panggung.
"Tentu mereka sudah mempersiapkan diri. Begitu juga untuk RRI ini, mereka benar-benar sudah mempersiapkan kemampuannya," ujarnya.
Ia pun berharap seluruh finalis tetap menjaga fokus dan kepercayaan diri agar dapat memberikan penampilan maksimal. Terutama di hadapan dewan hakim dan masyarakat.
Di sisi lain, Qori Internasional, KH Sabaruddin Abdurrahman mengatakan bahwa ada sejumlah hal yang belum diketahui oleh para qori dan qori'ah. Yaitu, riyadlatul lisan (melatih) perlu ditingkatkan mengingat pengaruh dialek suatu daerah yang berbeda-beda.
"Pelafadzan huruf Al-Qur'an harus sesuai dzauq (rasa) dialek arabnya. Maka perlu olahraga mulut dan lisan dengan bertadarus setiap saat untuk mencapai pelafadzan yang sesuai tuntunan bacaan Al-Qur'an," ucapnya, menjelaskan.