Wisata Petik Melon Muara Sugihan Tawarkan Edukasi dan Agrowisata

  • 28 Jul 2026 21:56 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Wisata petik melon di Jalur 13 Blok K Muara Sugihan Banyuasin menjadi destinasi wisata baru yang menarik perhatian masyarakat dengan menggunakan lahan yang sebelumnya dinilai kurang ideal.
  • Pemilik wisata Petik Melon Usaha, Bokir, mengembangkan inovasi budidaya melon berdasarkan penasaran terhadap kemampuan melon tumbuh di tanah berpH rendah.
  • Percobaan budidaya melon di lahan asam berhasil membuktikan bahwa empat varietas melon dapat dibudidayakan dengan baik di lokasi tersebut.

RRI.CO.ID, Banyuasin - Wisata petik melon di Jalur 13 Blok K Muara Sugihan menjadi destinasi baru masyarakat. Lahan asam tersebut kini dimanfaatkan untuk membudidayakan berbagai varietas melon.

Pemilik wisata, Bokir, mengembangkan budidaya melon karena rasa penasaran. Ia ingin membuktikan melon dapat tumbuh di tanah berpH rendah.

Percobaan tersebut berhasil menghasilkan empat varietas melon berkualitas baik. Keberhasilan itu membuka peluang pengembangan wisata berbasis pertanian.

Budidaya melon tetap menghadapi risiko akibat pengaruh air asin. Proses panen membutuhkan waktu sekitar 75 hingga 80 hari.

Konsep wisata petik muncul karena hasil panen sulit dipasarkan ke kota. Pengunjung kini dapat memetik melon seharga Rp15 ribu per kilogram.

"Ternyata ada hikmahnya juga, macam-macam melon di sini hidup semua," ujarnya. Konsep wisata tersebut berkembang tanpa perencanaan sejak awal.

Produksi melon mencapai sekitar satu ton dalam setiap musim panen. Bokir memperoleh pendapatan hingga Rp15 juta pada setiap panen.

Jumlah pengunjung mencapai 300 hingga 500 orang setiap hari saat panen. Banyak pengunjung juga mempelajari teknik budidaya di lahan asam.

Bokir mengatakan kutu kebul dan fusarium menjadi tantangan utama budidaya. Ia berharap tersedia penampungan air hujan atau sumur untuk petani.

Bokir mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong untuk menanam melon dan semangka. Musim air tawar dinilai mendukung budidaya selama beberapa bulan.

Pengunjung, Fitri, menilai konsep petik sendiri menghadirkan pengalaman berbeda. "Bisa milih-milih sendiri dan metik sendiri, jadi lebih seger buahnya," katanya.

Fitri mengaku puas dengan harga dan kualitas melon yang diperoleh. Ia berencana mengajak keluarga serta teman berkunjung ke lokasi tersebut.

Laporan Ayu Siti Fatimah, Mahasiswa magang Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....