Sumsel Kembangkan Health Tourism, Padukan Layanan Kesehatan dan Pariwisata

  • 17 Jul 2026 17:10 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pemprov Sumsel mengembangkan health tourism sebagai sektor ekonomi kreatif baru. Program ini mengintegrasikan layanan kesehatan, spa tradisional, serta wisata alam dan budaya untuk meningkatkan daya saing pariwisata daerah.
  • Program menyasar wisatawan domestik dan mancanegara dengan dukungan rumah sakit rujukan, hotel berbintang, serta kolaborasi Dinas Kesehatan dan Disbudpar.
  • Pemerintah bersama ASITA menilai promosi, dukungan media, serta penguatan identitas Sumsel Health Tourism penting agar mampu bersaing dengan destinasi wisata kesehatan yang telah berkembang lebih dulu.

RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan resmi mendorong pengembangan health tourism atau wisata kesehatan sebagai sektor baru ekonomi kreatif 2026. Konsepnya memadukan layanan kesehatan, spa tradisional, dan wisata alam-budaya khas Sumsel.

Program ini dipimpin Dinas Kesehatan dan Disbudpar Sumsel bersama RS rujukan dan hotel berbintang di Palembang. Targetnya: menarik wisatawan domestik dari Jakarta, Batam, Lampung, serta wisatawan mancanegara dari Malaysia, Singapura, dan Timur Tengah.

Dalam Dialog Palembang Menyapa di PRO 1 RRI Palembang menghadirkan Kepala Seksi Pengembangan Pemasaran Dalam Negeri Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, Diana Puspita, serta Ketua DPD ASITA Sumatera Selatan, Feby Yoland Effendy, yang bergabung melalui Zoom Jumat, 10 Juli 2026.

Dalam dialog tersebut, Diana menjelaskan, konsep health tourism telah lebih dahulu diterapkan di sejumlah negara, salah satunya Malaysia. Menurutnya, Sumatera Selatan mulai mengembangkan program serupa sebagai bagian dari program kerja Gubernur Sumatera Selatan dalam meningkatkan daya saing sektor pariwisata.

"Konsep wisata kesehatan ini sudah dijalankan di negara lain seperti Malaysia. Sumatera Selatan mengembangkan program ini sesuai dengan program kerja Gubernur untuk memperkuat sektor pariwisata daerah," ujar Diana.

Ia menambahkan, Sumatera Selatan memiliki sejumlah rumah sakit dengan fasilitas yang lengkap dan memadai sehingga layak dikembangkan sebagai rumah sakit berbasis wisata kesehatan. Pemerintah daerah pun terus memberikan dukungan agar fasilitas kesehatan tersebut dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat dari luar daerah.

Selain itu, Diana mengatakan ,strategi pemasaran telah memasuki berbagai tahapan dengan melibatkan sektor pariwisata dan kesehatan secara terpadu. Menurutnya, dukungan media juga menjadi faktor penting dalam memperkenalkan program Sumsel Health Tourism kepada masyarakat luas.

"Strategi pemasaran sudah mulai kami lakukan melalui kolaborasi sektor pariwisata dan kesehatan. Kami juga membutuhkan dukungan media untuk mempromosikan program ini agar dikenal lebih luas," katanya.

Sementara itu, Feby menyatakan, pihaknya mendukung penuh pengembangan Sumsel Health Tourism sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.

Menurut Feby, program tersebut menjadi inovasi yang menggabungkan layanan kesehatan dengan pengalaman berwisata sehingga wisatawan tidak hanya memperoleh pelayanan medis, tetapi juga dapat menikmati berbagai potensi wisata yang dimiliki Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang.

"Program ini menggabungkan layanan kesehatan dan pariwisata sehingga masyarakat dapat mengenal potensi wisata Sumatera Selatan, terutama Palembang," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya proses branding serta berbagai persiapan agar program tersebut memiliki identitas yang kuat dan mampu bersaing dengan daerah lain yang telah lebih dahulu mengembangkan wisata kesehatan.

Di sisi lain, Diana menyebutkan bahwa konsep wisata kesehatan dapat dipadukan dengan berbagai destinasi unggulan, seperti wisata kuliner dan wisata sejarah, sehingga memberikan pengalaman yang lebih lengkap bagi para pengunjung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....