Lomba Kampung Wisata Palembang Tekankan Keaslian Bukan Rekayasa

  • 06 Mei 2026 18:31 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah Kota Palembang menyiapkan strategi penguatan ekonomi berbasis budaya melalui lomba kampung wisata dalam rangka HUT ke-1343. Program ini difokuskan pada pengembangan potensi kampung yang telah eksis di tengah masyarakat.

‎Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Palembang Aprizal Hasyim. Rapat ini berlangsung di ruang Musi Bappeda Litbang dengan dihadiri seluruh camat se-Kota Palembang, Rabu, 6 Mei 2026.

‎Dalam forum itu, lomba kampung wisata diposisikan sebagai instrumen untuk mendorong pelestarian budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan menjadi pengungkit sektor ekonomi kreatif masyarakat.

‎Aprizal menegaskan kampung wisata yang dilombakan bukan hasil pembentukan baru secara instan. Kampung yang diikutsertakan harus telah memiliki nilai budaya, kreativitas, serta potensi yang berkembang secara alami.

‎Menurutnya, pendekatan ini penting agar pengembangan kampung wisata memiliki keberlanjutan. Ia meminta para camat segera mengidentifikasi dan menyiapkan kampung yang layak di wilayah masing-masing.

‎“Saya minta para camat segera mempersiapkan kampung wisata di wilayah masing-masing. Kampung wisata ini adalah perpaduan antara kampung kreatif dan budaya, dengan penilaian berbasis nilai budaya serta kreativitas masyarakat,” ujarnya.

‎Pelaksanaan lomba akan dilakukan secara bertahap mulai dari tingkat kelurahan hingga kota. Kampung terbaik bahkan diproyeksikan dapat mewakili Palembang dalam ajang desa wisata tingkat nasional.

‎Penilaian lomba akan melibatkan berbagai unsur profesional seperti akademisi, sejarawan, media, dan pakar terkait. Proses seleksi dimulai dari tingkat kecamatan sebelum berlanjut ke tingkat kota.

‎Aspek yang dinilai tidak hanya budaya dan kreativitas, tetapi juga kondisi lingkungan kampung. Keamanan, ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan menjadi indikator penting dalam penilaian.

‎Aprizal kembali menekankan bahwa kampung wisata harus tumbuh dari potensi yang sudah ada. Penguatan dilakukan melalui pelestarian budaya, pengembangan kreativitas, dan peningkatan daya tarik kuliner lokal.

‎“Kampung wisata tidak boleh dibuat dadakan. Harus kampung yang memang sudah ada, tinggal dilestarikan lagi dari segi kebudayaan, kreativitas, dan nilai jual kulinernya,” jelasnya.

‎Pemkot Palembang berharap lomba ini mampu memperkuat identitas kota sebagai daerah berbasis budaya. Selain itu, program ini diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....