Pempek Lamo 1960 Bertahan di Tengah Gempuran Kuliner Modern

  • 18 Jul 2026 22:59 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kedai Pempek Lamo 1960 telah bertahan selama lebih dari enam dekade sejak didirikan pada tahun 1960-an di Jalan Mayor Salim, Sekip Jaya, Palembang.
  • Kedai ini konsisten menyajikan berbagai varian pempek autentik seperti pempek telur, pempek tahu, pempek panggang, pempek pistel, pempek adaan, otak-otak, dan pempek lenggang.
  • Kesuksesan Kedai Pempek Lamo 1960 dalam mempertahankan eksistensinya di tengah menjamurnya kuliner modern disebabkan oleh cita rasa autentik yang diwariskan secara turun-temurun.

RRI.CO.ID, Palembang - Di tengah menjamurnya kuliner modern, Kedai Pempek Lamo 1960 tetap mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu kuliner legendaris Palembang. Resep keluarga yang diwariskan sejak 1960-an menjadi kunci menjaga cita rasa dan loyalitas pelanggan lintas generasi.

Kedai yang berada di Jalan Mayor Salim, Sekip Jaya, Palembang, masih menjadi tujuan masyarakat untuk menikmati pempek khas. Konsistensi rasa membuat pelanggan lama tetap datang bersama anak hingga cucunya.

Kedai menyajikan berbagai jenis pempek, seperti pempek telur, tahu, adaan, pistel, panggang, otak-otak, dan pempek lenggang. Menu pempek lenggang menjadi salah satu hidangan yang paling banyak diminati pengunjung.

Selain mempertahankan kualitas, kedai juga menawarkan harga yang terjangkau. Sebagian besar jenis pempek dijual mulai Rp4.000 per buah, sedangkan pempek lenggang dibanderol Rp15.000 per porsi.

Penjualan mencapai sekitar 200 porsi pada hari ramai. Sementara itu, penjualan pada hari biasa berkisar 100 porsi setiap hari.

Pemilik Kedai Pempek Lamo 1960, Pandi, mengatakan usaha tersebut merupakan warisan keluarga yang terus dipertahankan. Menurutnya, kualitas bahan baku dan resep menjadi faktor utama menjaga cita rasa tetap konsisten.

"Kami masih mempertahankan resep keluarga sejak dulu. Dari pemilihan bahan hingga pembuatan cuko semuanya tetap dijaga supaya rasanya tidak berubah," ujarnya, Jumat, 17 Juli 2026.

Pandi mengatakan banyak pelanggan lama masih datang bersama keluarganya. Kondisi tersebut menunjukkan cita rasa yang konsisten mampu mempertahankan kepercayaan pelanggan dari berbagai generasi.

Laporan Halwa Az Zahra, Mahasiswa magang, Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....