Wanita Harus Jadi Pelopor dalam Dunia Kerja dan Ekonomi
- 14 Feb 2026 20:43 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Wanita memiliki peran penting dalam meningkatkan ekonomi keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah harus memberikan dukungan dan fasilitas yang memadai untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan wanita dalam dunia kerja dan ekonomi. Di Sumatera Selatan, peran wanita dalam dunia kerja dan ekonomi sudah mulai terlihat. Banyak wanita yang telah berhasil dalam berbagai bidang, seperti bisnis, politik, dan pendidikan. Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi oleh wanita dalam meningkatkan peran mereka dalam dunia kerja dan ekonomi.
Dialog interaktif Program Palembang Menyapa PRO 1 RRI Palembang, Kamis, 12 Februari 2026 Menghadirkan Ketua Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PEMI) Kota Palembang, Nurmalina, serta Sekretaris Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumatera Selatan, Saftarina.
Dalam kesempatan tersebut, Nurmalina menegaskan, perempuan memiliki batasan tertentu secara kodrati, namun dalam konteks profesional harus memperoleh kesempatan yang sama dengan laki-laki. Ia menjelaskan bahwa sektor usaha muslimah saat ini didominasi bidang UMKM, bahkan sekitar 60 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan, sehingga peran perempuan dalam penguatan ekonomi nasional sangat signifikan.
Nurmalina menambahkan, kesetaraan bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan struktural dalam pembangunan ekonomi daerah dan nasional. “Kami ingin perempuan setara dengan laki-laki, baik dalam peluang usaha maupun akses terhadap posisi strategis,” ujarnya di studio RRI Palembang.
Sementara itu, Saftarina mengungkapkan bahwa berdasarkan data di Sumatera Selatan masih terdapat perbedaan upah antara pekerja laki-laki dan perempuan. Meski demikian, ia menilai bahwa saat ini posisi perempuan di Sumsel semakin menunjukkan kemajuan dan kesadaran perempuan dalam menentukan pilihan karier semakin kuat.
Saftarina juga menyoroti fakta bahwa jumlah jurnalis perempuan baru sekitar 25 persen, kondisi yang dinilai masih memprihatinkan. Ia menegaskan bahwa faktor gender tidak seharusnya menjadi hambatan dalam profesi jurnalistik karena profesionalisme ditentukan oleh kompetensi dan integritas, bukan jenis kelamin.
Lebih lanjut, FJPI Sumatera Selatan mendorong lahirnya perempuan-perempuan yang berdaya dan memiliki kapasitas di berbagai sektor, khususnya di bidang jurnalistik. Dalam dialog tersebut juga dibahas pentingnya praktik jurnalistik yang benar di era kecerdasan buatan (AI), sehingga insan pers tetap menjunjung tinggi akurasi, verifikasi, dan etika dalam menghadapi transformasi digital yang semakin kompleks.