Mengingat Kematian untuk Menjalani Hidup dengan Sadar

  • 23 Jan 2026 02:43 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Di tengah kehidupan yang serba cepat, kesadaran akan keterbatasan waktu sering terlupakan. Tidak sedikit orang menjalani hari tanpa benar-benar menyadari nilai hidupnya.

Memento Mori adalah sebuah ungkapan yang berarti mengingat bahwa manusia akan meninggal. Gagasan ini dikenal dalam pemikiran seorang filsuf Stoik, Marcus Aurelius.

Kesadaran akan kematian bukan bertujuan untuk menakut-nakuti manusia. Pemikiran ini justru mengajak seseorang untuk lebih menghargai waktu yang dimiliki.

Dalam psikologi, kesadaran akan kematian dipandang sebagai bagian dari pencarian makna hidup. Dengan mengetahui tujuan hidupnya, manusia terdorong untuk mengunakan kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya

Psikiater Irvin D. Yalom menyebut kesadaran kematian dapat mengubah cara seseorang memandang hidup. Hal tersebut ia tuliskan dalam bukunya Staring at the Sun: Overcoming the Terror of Death

Merenungkan tentang kematian dapat membantu manusia untuk menentukan prioritas. Waktu dan energi pun dapat digunakan secara lebih bijak untuk hal-hal positif.

Konsep Memento Mori mengajak manusia untuk hadir dan sadar dalam menjalani hari. Dengan demikian, kita pun terdorong untuk selalu mengerjakan kebaikan sehingga hidup lebih terarah dan bernilai.

Rekomendasi Berita