Pemprov Sumsel dan Pemkab OKI Gandeng Warga Cegah Karhutla
- 06 Okt 2026 21:40 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pemprov Sumsel dan Pemkab OKI melibatkan masyarakat hingga tingkat desa untuk memperkuat pemantauan dan pencegahan karhutla.
- Pemkab OKI menyiapkan insentif bagi relawan, sementara Gubernur Sumsel memberikan bonus Rp10 juta dan Bupati OKI Rp5 juta bagi warga yang melaporkan kejadian karhutla.
- Sebanyak 107 desa dipetakan sebagai wilayah rawan karhutla, dengan 61 desa menjadi prioritas di enam kecamatan.
RRI.CO.ID, OKI - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melibatkan masyarakat hingga tingkat desa. Warga didorong menjadi bagian dari pengawasan melalui pemantauan dan patroli di wilayah yang memiliki potensi karhutla.
Pelibatan masyarakat menjadi salah satu strategi Pemkab OKI untuk mencegah kebakaran sejak dini. Warga yang berada paling dekat dengan wilayah rawan dinilai memiliki peran penting dalam mendeteksi potensi munculnya titik api sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kebakaran meluas.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat evaluasi penanganan karhutla yang dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Bupati OKI, Muchendi Mahzareki di Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam, Minggu, 4 Oktober 2026.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan perangkat desa, Karang Taruna, Linmas, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta relawan untuk melakukan pemantauan dan patroli. Keterlibatan berbagai unsur masyarakat diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan dan mempercepat penyampaian informasi ketika terjadi kebakaran.
Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, mengatakan, pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan petugas pemadam. Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan menjadi bagian penting dalam menekan risiko kebakaran.
“Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus menjadi bagian dari pengawasan dan perusahaan memastikan personel serta peralatannya siap. Kalau bergerak sejak awal, kita bisa mencegah api meluas,” ujar Muchendi.
Muchendi menambahkan, keterlibatan warga juga diperlukan untuk mencegah praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Pemerintah daerah terus mendorong kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu karhutla, terutama saat kondisi cuaca dan lahan mudah terbakar.
Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, Pemkab OKI menyiapkan insentif bagi relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat motivasi sekaligus kesiapsiagaan masyarakat di tingkat desa.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan masyarakat memiliki posisi strategis dalam pengendalian karhutla karena berada paling dekat dengan lingkungan tempat tinggal dan wilayah rawan.
“Masyarakat adalah mata dan telinga kita di lapangan. Karena itu, kepedulian dan keberanian masyarakat untuk ikut menjaga wilayahnya sangat penting dalam mencegah karhutla,” ujar Herman Deru.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi masyarakat, Herman Deru memberikan bonus Rp10 juta bagi warga yang melaporkan kejadian karhutla. Sementara itu, Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki turut memberikan bonus Rp5 juta bagi pelapor karhutla di wilayah Kabupaten OKI.
Pencegahan karhutla juga dilakukan bersama unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, serta dunia usaha. Pemerintah memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadam di wilayah rawan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi kebakaran.
Penguatan peran masyarakat tersebut sejalan dengan pemetaan 107 desa yang masuk kategori rawan karhutla. Dari jumlah tersebut, sebanyak 61 desa menjadi wilayah prioritas yang tersebar di enam kecamatan, yakni Tulung Selapan, Cengal, Sungai Menang, Pangkalan Lampam, Pampangan, dan Air Sugihan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....