Mahasiswa Agroteknologi Ungkap Luasnya Peluang di Sektor Pertanian

  • 04 Okt 2026 20:50 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Generasi muda mulai melihat pertanian sebagai bidang dengan peluang luas untuk pengembangan bisnis modern, bukan sekadar kegiatan konvensional.
  • Mahasiswa Agroteknologi Metaria Anggraini menyampaikan perspektif baru tentang pertanian melalui dialog Suara Nusantara Pro 1 RRI Palembang.
  • Masih banyak anak muda yang menganggap pertanian sebagai pekerjaan kuno dan kurang menjanjikan, padahal sektor ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan dengan pendekatan inovatif.

RRI.CO.ID, Palembang - Generasi muda mulai melihat sektor pertanian sebagai bidang yang memiliki peluang luas untuk dikembangkan. Pertanian kini tidak lagi dipandang sebatas aktivitas mencangkul, menanam, dan memanen secara konvensional.

Mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tridinanti Palembang, Metaria Anggraini, menyampaikan pandangan tersebut. Pernyataan itu disampaikan dalam dialog Suara Nusantara Pro 1 RRI Palembang, Rabu, 23 September 2026.

Metaria menilai sebagian anak muda masih menganggap pertanian sebagai pekerjaan kuno dan kurang menjanjikan. Pandangan tersebut muncul karena belum semua generasi muda memahami luasnya bidang pertanian.

“Pertanian itu sangat luas, bukan hanya sekadar mencangkul, menanam, atau memanen,” ujarnya.

Menurut Metaria, peluang kerja di sektor pertanian cukup beragam dan tidak selalu mengharuskan seseorang menjadi petani. Lulusan pertanian dapat bekerja di perusahaan, laboratorium, lembaga pemerintah, bidang pendidikan, hingga penyuluhan.

Perkembangan teknologi juga membuka peluang baru bagi generasi muda untuk mengembangkan sektor pertanian. Media sosial dapat dimanfaatkan petani untuk memasarkan hasil pertanian secara langsung kepada konsumen.

Namun, Metaria menilai penerapan teknologi pertanian masih menghadapi kendala, terutama bagi petani dengan keterbatasan modal. “Tantangan terbesar bagi para petani kita adalah modal, karena teknologi pertanian membutuhkan biaya yang cukup besar,” katanya.

Selain teknologi, Metaria mendorong pengembangan pertanian organik dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar petani. Limbah pertanian seperti batang pisang dapat diolah menjadi kompos sehingga memiliki nilai guna dan ekonomi.

Menurutnya, regenerasi petani penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah perubahan zaman. Generasi muda juga perlu memahami bahwa pertanian berkaitan langsung dengan berbagai kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari.

“Generasi muda tidak harus semuanya menjadi petani, tetapi setidaknya kita bisa mendukung petani sebagai konsumen,” tuturnya. Ia mengajak anak muda lebih bijak memilih sekaligus mempromosikan produk pertanian melalui media sosial.

Metaria berharap semakin banyak generasi muda tertarik mempelajari pertanian melalui teknologi dan inovasi. Keterlibatan generasi muda dinilai dapat mendorong pertanian menjadi sektor yang modern, kreatif, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....