Pensiun Bukan Akhir, Edy Kembangkan Jamur Tiram dan Hidroponik

  • 29 Sep 2026 16:20 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Edy Nellyson, pensiunan guru SMP Negeri 44 Palembang, mengembangkan usaha budidaya jamur tiram dan hidroponik sejak tahun 2016.
  • Beliau memulai budidaya jamur tiram secara sederhana di teras rumah setelah memasuki masa pensiun.
  • Edy Nellyson mempelajari teknik budidaya melalui internet dan aktif bergabung dengan kelompok binaan Bank Mandiri Taspen untuk mengembangkan usahanya.

RRI.CO.ID, Palembang - Masa pensiun tidak menghalangi Edy Nellyson untuk tetap produktif melalui budidaya jamur tiram dan sayuran hidroponik. Pensiunan guru SMP Negeri 44 Palembang itu mengembangkan usaha dari lingkungan rumah sejak 2016.

Edy mengawali budidaya jamur tiram secara sederhana di teras rumah setelah memasuki masa pensiun sebagai guru. Ia mempelajari teknik budidaya melalui internet dan bergabung dengan kelompok binaan Bank Mandiri Taspen.

Perjalanan usaha Edy tidak selalu berjalan mulus karena ia pernah mengalami kerugian akibat mendapatkan bibit jamur berkualitas rendah. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran bagi Edy untuk lebih selektif memilih bibit dan memperdalam pengetahuan budidaya.

"Awal mula usaha jamur ini sempat ditipu, dikirim tiga ton bibit yang tidak bagus. Tapi tetap semangat buka informasi melalui internet cara budidaya yang tepat, bibit yang bagus," ungkap Edy, Selasa, 29 September 2026.

Setelah kejadian tersebut, Edy kembali mengembangkan usahanya dengan menggunakan dana pensiun untuk membeli sekitar delapan ton bibit jamur. Ia juga memanfaatkan pinjaman Bank Mandiri Taspen untuk memperkuat pengembangan usaha budidayanya.

Kini, usaha Edy telah berkembang dengan sekitar 10 ribu baglog yang ditempatkan dalam dua ruangan. Selain menghasilkan jamur tiram, ia memanfaatkan kegiatan produktif tersebut untuk mengembangkan sayuran melalui sistem hidroponik.

Ketekunan dan kemauan belajar menjadi modal Edy mempertahankan usahanya meski sempat mendapat keraguan dari sejumlah orang. Ia mengajak para pensiunan tetap produktif dengan terus belajar, berdoa, dan berbagi kepada sesama.

"Kalau mau berhasil harus belajar dengan tekun jangan dengar omongan orang yang meragukan. Paling penting harus dengan doa dan jangan lupa bersedekah," katanya.

Kepala Cabang PT TASPEN Palembang Hangga Prajatama menilai perjuangan Edy mencerminkan semangat peserta purna tugas untuk tetap produktif. Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan upaya TASPEN mendukung peserta agar menjalani masa pensiun secara mandiri.

"Perjuangan Pak Edy mencerminkan misi kami memastikan peserta purna tugas menikmati masa tua produktif dan mandiri. Kami terus berkomitmen menyalurkan hak peserta secara aman, tepat waktu, dan mudah diakses," ujar Hangga.

TASPEN menilai pengabdian aparatur sipil negara tidak berhenti ketika memasuki masa purna tugas. Pengalaman dan semangat berkarya tetap dapat memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, serta generasi penerus.

Melalui sinergi bersama mitra bayar, TASPEN terus mengembangkan layanan untuk mendukung kualitas hidup peserta secara berkelanjutan. Dukungan tersebut mencakup penyaluran manfaat pensiun sekaligus upaya menunjang kehidupan peserta setelah purna tugas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....