KAI Perluas PLTS, Dua Depo Palembang Kini Gunakan Energi Surya
- 22 Sep 2026 12:05 WIB
- Palembang
Poin Utama
- PT KAI Divre III Palembang mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 40 kilowatt peak masing-masing di Depo Kertapati dan Depo Gerbong Simpang.
- Energi surya yang dihasilkan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di lingkungan depo guna meningkatkan efisiensi energi operasional.
- Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen KAI Divre III Palembang dalam mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan keberlanjutan dari kegiatan operasional kereta api.
RRI.CO.ID, Palembang - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang memperluas pemanfaatan energi surya dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Depo Kertapati dan Depo Gerbong Simpang. Masing-masing fasilitas tersebut dilengkapi solar panel berkapasitas 40 kilowatt peak (kWp).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya KAI Divre III Palembang meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan operasional. Energi yang dihasilkan PLTS dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan listrik di lingkungan depo.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan pemanfaatan energi surya merupakan langkah konkret perusahaan dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Menurut Aida, penggunaan solar panel juga mendukung operasional perkeretaapian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“KAI terus berkomitmen menghadirkan operasional perkeretaapian yang tidak hanya andal dan efisien tetapi juga semakin ramah lingkungan. Pemanfaatan solar panel di Depo Kertapati dan Depo Gerbong Simpang merupakan bentuk nyata implementasi energi bersih dalam mendukung kegiatan operasional KAI,” ujar Aida dalam siaran pers yang diterima RRI, Selasa, 22 September 2026.
Setiap PLTS berkapasitas 40 kWp tersebut diproyeksikan menghasilkan energi sekitar 130 hingga 160 kilowatt-hour (kWh) per hari. Produksi energi dapat berubah sesuai kondisi cuaca, intensitas radiasi matahari dan performa perangkat.
Listrik dari panel surya digunakan untuk menunjang berbagai kebutuhan operasional di lingkungan depo, termasuk aktivitas perawatan dan kegiatan penunjang operasional sarana perkeretaapian.
KAI menerapkan sistem PLTS on-grid yang terhubung langsung dengan jaringan listrik PLN. Sistem tersebut memungkinkan energi dari panel surya dimanfaatkan untuk kebutuhan fasilitas, sementara jaringan PLN tetap tersedia sebagai bagian dari sistem kelistrikan.
“Penggunaan sistem on-grid memungkinkan energi surya yang dihasilkan dapat langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional. Di sisi lain, jaringan PLN tetap terhubung sehingga kebutuhan listrik di fasilitas depo dapat berlangsung secara andal,” kata Aida.
Sebelum memperluas penggunaan PLTS ke dua depo tersebut, KAI Divre III Palembang telah memasang solar panel di Kantor Divre III Palembang dengan total kapasitas 122 kWp. Instalasi tersebut rata-rata mampu berkontribusi sekitar 60 persen terhadap kebutuhan listrik bangunan.
Selain mendukung efisiensi energi, setiap PLTS 40 kWp diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon sekitar 126,4 hingga 139,2 kilogram CO₂ per hari atau sekitar 46 hingga 54 ton CO₂ per tahun. Pemanfaatan energi surya ini menjadi bagian dari penerapan prinsip keberlanjutan dan upaya KAI mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....