Polri, TNI dan BPBD Patroli Cegah Karhutla di Ogan Ilir
- 21 Sep 2026 23:27 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Polsek Muara Kuang Polres Ogan Ilir melakukan patroli terpadu bersama TNI AD dan BPBD untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan pada 19 September 2026.
- Patroli menyasar dua kecamatan yaitu Kecamatan Muara Kuang dan Kecamatan Rambang Kuang dengan fokus pada area-area yang berpotensi terjadi kebakaran.
- Personel memberikan imbauan larangan membuka lahan dengan cara membakar kepada masyarakat di Desa Serikembang dan sekitarnya.
RRI.CO.ID, Ogan Ilir - Polsek Muara Kuang bersama TNI AD dan BPBD memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui patroli terpadu. Kegiatan tersebut menyasar wilayah yang memiliki potensi kebakaran di Kecamatan Muara Kuang dan Rambang Kuang.
Patroli berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026, dengan melibatkan personel gabungan lintas instansi. Selain melakukan pemantauan, petugas memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya serta larangan membuka lahan dengan cara membakar.
Di Kecamatan Muara Kuang, patroli difokuskan di Desa Serikembang. Personel mendatangi sejumlah area yang dinilai berpotensi mengalami kebakaran sekaligus memeriksa kondisi lahan selama kegiatan berlangsung.
Pemantauan serupa dilakukan di Kecamatan Rambang Kuang. Dari hasil pemeriksaan di kedua wilayah tersebut, petugas tidak menemukan titik panas atau lokasi yang membutuhkan penanganan kebakaran.
Kegiatan tersebut melibatkan dua personel Polri, 16 personel TNI AD yang terdiri atas satu personel Koramil dan 15 personel BKO, serta satu personel BPBD. Komposisi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.
Selain melakukan pemantauan, personel menyampaikan imbauan kepada masyarakat dan pemerintah desa. Warga diminta menghindari pembakaran saat membuka maupun membersihkan lahan karena api dapat menyebar dan sulit dikendalikan.
Kasi Humas Polres Ogan Ilir Iptu Mansyur mengatakan personel membawa kendaraan roda dua untuk mendukung mobilitas selama patroli. Kegiatan tersebut juga diperkuat kendaraan truk tangki TNI AD berkapasitas 5.000 liter, katanya.
“Kendaraan dari TNI turut hadir dalam patroli. Kendaraan itu dapat digunakan untuk membantu pemadaman apabila ditemukan titik api yang dapat dijangkau kendaraan,” ujarnya.
Menurut Mansyur, patroli terpadu menjadi bentuk sinergi lintas instansi untuk mencegah kebakaran sejak dini. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di wilayah yang memiliki potensi karhutla.
“Patroli bersama ini tidak hanya bertujuan mendeteksi potensi titik api, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tuturnya.
Ia mengatakan hasil pemantauan menunjukkan kondisi wilayah dalam keadaan aman dengan hotspot nihil. Meski demikian, personel tetap meningkatkan kewaspadaan dan melanjutkan patroli untuk mengantisipasi munculnya titik api.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya indikasi kebakaran lahan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....