Kabut Asap Ganggu Ekonomi Rakyat, Pemprov Sumsel Dorong Strategi Adaptasi
- 18 Sep 2026 23:35 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Kabut asap dari karhutla di Sumatera Selatan tidak hanya berdampak pada kesehatan dan lingkungan, tetapi juga mulai memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat.
- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memberikan perhatian khusus terhadap dampak kabut asap bagi pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
- Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang menghadiri diskusi publik bertema 'Kabut Asap dan Nasib Ekonomi Rakyat' yang diselenggarakan DPW APKLI Sumsel pada Kamis, 17 September 2026.
RRI.CO.ID, Palembang - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya berdampak terhadap kesehatan dan lingkungan, tetapi juga mulai memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, khususnya terhadap pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang menyampaikan hal tersebut saat menghadiri diskusi publik bertema “Kabut Asap dan Nasib Ekonomi Rakyat” yang digelar DPW Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Sumsel, Kamis, 17 September 2026.
Menurut Cik Ujang, PKL dan pelaku UMKM menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian ketika kondisi kabut asap memburuk. Sebab, sebagian aktivitas usaha mereka bergantung pada kegiatan masyarakat di ruang terbuka.
Ia mengatakan dampak kabut asap perlu dilihat secara menyeluruh, tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan dan kesehatan. Pengaruh terhadap penghasilan masyarakat yang mengandalkan aktivitas harian juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.
“Kita perlu terus merumuskan strategi adaptasi dan mitigasi agar roda ekonomi rakyat kecil tetap berputar kukuh di tengah tantangan cuaca dan lingkungan,” ujar Cik Ujang.
Cik Ujang menjelaskan perubahan kondisi lingkungan akibat kabut asap dapat memengaruhi mobilitas masyarakat. Berkurangnya aktivitas di luar ruangan berpotensi memberikan dampak terhadap jumlah pelanggan dan pendapatan pedagang kecil.
Selain PKL, pelaku UMKM yang menjalankan usaha dengan mengandalkan interaksi langsung dengan konsumen juga menghadapi tantangan serupa. Karena itu, diperlukan langkah penyesuaian agar kegiatan ekonomi masyarakat tetap berjalan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendorong adanya strategi yang dapat membantu pelaku usaha kecil menghadapi kondisi tersebut. Upaya adaptasi diperlukan agar masyarakat tetap memiliki ruang untuk mempertahankan aktivitas ekonominya.
Cik Ujang mengapresiasi pelaksanaan diskusi publik yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha mikro, dan masyarakat. Menurutnya, masukan langsung dari pelaku usaha dapat menjadi bahan dalam menyusun kebijakan yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas berbagai dampak kabut asap terhadap kehidupan masyarakat. Selain kesehatan dan lingkungan, keberlangsungan ekonomi rakyat menjadi salah satu aspek yang perlu mendapatkan perhatian.
Pemprov Sumsel berharap hasil diskusi dapat menghasilkan langkah konkret bagi PKL dan UMKM dalam menghadapi dampak kabut asap. Kolaborasi berbagai pihak dinilai penting agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan di tengah kondisi lingkungan yang belum stabil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....