Minat Berorganisasi Menurun, Era Digital Disinyalir Jadi Penyebabnya
- 16 Sep 2026 20:16 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Perkembangan era digital menjadi tantangan utama bagi lembaga dakwah mahasiswa dalam menarik minat generasi muda terhadap kegiatan keislaman.
- Antusiasme mahasiswa terhadap organisasi mengalami penurunan signifikan terutama setelah masa pandemi Covid-19.
- Penurunan minat mahasiswa tidak hanya terjadi pada lembaga dakwah, tetapi juga dialami oleh berbagai organisasi mahasiswa lain di lingkungan kampus.
RRI.CO.ID, Palembang - Perkembangan era digital menjadi salah satu tantangan bagi lembaga dakwah mahasiswa dalam menarik minat generasi muda terhadap kegiatan keislaman. Antusiasme mahasiswa terhadap organisasi mengalami penurunan, terutama setelah masa pandemi Covid-19.
Ketua Umum Lembaga Dakwah Fakultas Badan Otonom (LDF BO) Barokah FKIP Universitas Sriwijaya, Sultan Iskandar, kondisi tersebut tidak hanya terjadi pada lembaga dakwah, tetapi juga dirasakan berbagai organisasi mahasiswa di lingkungan kampus.
“Sebagian mahasiswa kini lebih tertarik pada kegiatan yang dianggap kekinian dan sesuai dengan perkembangan media digital,” ujar Iskandar, dalam Obrolan di RRI, Sabtu 12 September 2026.
Kondisi tersebut mendorong LDF BO Barokah untuk mengubah pendekatan dakwah dengan menghadirkan kegiatan yang lebih kreatif dan dekat dengan kehidupan mahasiswa. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyampaikan pesan-pesan keislaman.
Pengurus LDF BO Barokah menilai dakwah tidak harus selalu disampaikan melalui ceramah secara langsung. “Dakwah dapat dikemas dalam bentuk tulisan, desain visual, puisi, cerita pendek maupun konten media sosial yang mengandung pesan moral,” jelasnya
Selain melalui media digital, organisasi juga menghadirkan kegiatan sosial dan perlombaan untuk menjangkau mahasiswa yang memiliki minat berbeda. Salah satu program sosial yang dilakukan adalah kegiatan berbagi takjil dengan konsep tantangan hafalan surat pendek dan doa.
LDF BO Barokah juga menjalankan kegiatan sosial masyarakat serta merancang program pembinaan anak melalui kegiatan yang dikemas dengan permainan dan aktivitas edukatif.
“pendekatan tersebut dilakukan agar mahasiswa tidak merasa bahwa kegiatan keagamaan hanya berkaitan dengan ceramah,” jelasnya. Kegiatan yang menggabungkan dakwah, kreativitas, sosial dan pengembangan potensi dinilai lebih mudah menarik perhatian mahasiswa.
Ia berharap pendekatan tersebut dapat membangkitkan kembali semangat mahasiswa untuk aktif dalam organisasi sekaligus membangun lingkungan pertemanan yang positif. LDF BO Barokah juga mengajak mahasiswa untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....