Cegah Stunting, TP PKK Palembang Bagikan 340 Paket PMT

  • 16 Sep 2026 09:20 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pemerintah bersama kader kesehatan terus memperkuat program intervensi gizi untuk mempertahankan dan meningkatkan tren penurunan kasus stunting di masa depan.
  • Kasus balita rawan stunting di Kota Palembang menurun drastis menjadi 124 anak pada Agustus 2026 dari 157 balita sepanjang 2025.
  • Penurunan ini merupakan indikator positif dari keberhasilan upaya percepatan penanganan stunting yang telah dilakukan oleh pemerintah dan kader kesehatan.

RRI.CO.ID, Palembang - Kasus balita rawan stunting di Kota Palembang turun menjadi 124 anak pada Agustus 2026. Angka tersebut menurun dibandingkan 157 balita yang tercatat sepanjang 2025.

Penurunan kasus menjadi indikator positif dari upaya percepatan penanganan stunting di Kota Palembang. Pemerintah bersama kader kesehatan terus memperkuat intervensi gizi untuk mempertahankan tren tersebut.

Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, menyampaikan capaian tersebut pada kegiatan Distribusi Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Pembangian berlangsung di Kampung Kapitan 7 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I, Selasa, 15 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Dewi membagikan 340 paket makanan tambahan kepada 19 posyandu. Pembagian makanan tambahan menyasar balita dan ibu penerima manfaat di wilayah Kecamatan Seberang Ulu I.

"Pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, termasuk selama masa kehamilan. Diperiode 1.000 Hari Pertama Kehidupan menjadi fase penting bagi tumbuh kembang anak," ucap Dewi.

Ia menegaskan, stunting tidak hanya berkaitan dengan tinggi dan berat badan anak. Kondisi tersebut juga memengaruhi kesehatan, kecerdasan, kualitas tumbuh kembang, serta masa depan generasi.

Distribusi Pemberian Makanan Tambahan menjadi bagian dari strategi meningkatkan status gizi balita. Program tersebut sekaligus memperkuat edukasi kesehatan dan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.

"Keberhasilan penanganan stunting membutuhkan sinergi kader TP PKK, Posyandu, tenaga kesehatan, dan keluarga. Seluruh pihak harus aktif berperan dalam pendataan, pendampingan, serta pengawasan perkembangan anak secara rutin," katanya.

Program tersebut juga mendukung prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto dan program unggulan TP PKK melalui Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap, dan Tangguh Bencana (GKSTTB). Selain itu, iam engajak masyarakat menjadikan pencegahan stunting sebagai gerakan bersama mulai dari lingkungan keluarga.

Pendistribusian PMT ini bukan sekadar pemberian bantuan makanan, tetapi merupakan bagian dari strategi terpadu dalam meningkatkan status gizi balita. Guan memperkuat edukasi kesehatan dan memastikan tumbuh kembang balita yang optimal.

Pemerintah mengharapkan masyarakat menjadikan pencegahan stunting sebagai gerakan bersama yang dimulai dari keluarga. Upaya itu dilakukan melalui asupan bergizi, kunjungan rutin ke Posyandu, serta konsultasi dengan tenaga kesehatan demi mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....