TP PKK Palembang Perkuat Pencegahan Stunting melalui PMT Ibu Hamil Berisiko
- 07 Jul 2026 08:45 WIB
- Palembang
Poin Utama
- TP PKK Kota Palembang mendistribusikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 179 ibu hamil berisiko stunting di delapan belas kecamatan selama tahun 2026
- Program PMT berupa susu dan telur dipilih karena mengandung protein, vitamin, dan mineral penting untuk pertumbuhan janin optimal dan mencegah kekurangan energi kronis serta anemia
- Data menunjukkan angka stunting di Palembang terus menurun dari 157 anak pada 2025 menjadi 136 balita hingga Mei 2026, membuktikan efektivitas intervensi gizi sejak masa kehamilan
RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah Kota Palembang terus memperkuat percepatan penurunan stunting melalui intervensi gizi sejak masa kehamilan. TP PKK Kota Palembang kembali menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan kepada ibu hamil berisiko stunting di Kecamatan Plaju, Senin, 6 Juli 2026.
Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, memimpin langsung pendistribusian bantuan kepada penerima manfaat di Kecamatan Plaju. Kegiatan tersebut menjadi bagian strategi pencegahan stunting pada periode penting seribu hari pertama kehidupan.
Program PMT difokuskan memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil berisiko agar kesehatan ibu dan janin tetap terjaga. Intervensi tersebut diharapkan mencegah kekurangan energi kronis, anemia, serta meningkatkan peluang kelahiran bayi dengan berat badan normal.
Dewi mengatakan, pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi. Selain itu, mendukung prioritas nasional percepatan penurunan stunting yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
"Pemenuhan nutrisi ibu hamil menjadi investasi penting untuk melahirkan generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting. Program ini sejalan dengan Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap, dan Tangguh Bencana yang diusung TP PKK," ungkapnya.
Pelaksanaan program PMT didukung anggaran Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Palembang sepanjang tahun 2026. Sebanyak 179 ibu hamil berisiko stunting di delapan belas kecamatan menerima bantuan susu dan telur selama tiga bulan.
Khusus Kecamatan Plaju, bantuan disalurkan kepada delapan ibu hamil yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat program. Susu dan telur dipilih karena mengandung protein, vitamin, serta mineral penting bagi pertumbuhan janin secara optimal.
"Kami berharap bantuan susu dan telur ini benar-benar dimanfaatkan oleh para ibu hamil sesuai anjuran tenaga kesehatan. Asupan gizi yang baik selama kehamilan akan mendukung pertumbuhan janin secara optimal sekaligus menekan risiko stunting sejak dini," ujar Dewi.
Data Pemerintah Kota Palembang menunjukkan angka stunting terus mengalami penurunan dalam satu tahun terakhir. Jumlah balita stunting menurun dari 157 anak pada 2025 menjadi 136 balita hingga Mei 2026.
Dewi menyebut capaian tersebut menjadi motivasi memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mencegah stunting secara berkelanjutan. "Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama tenaga kesehatan, kader PKK, dan seluruh pemangku kepentingan," katanya.
TP PKK Kota Palembang berharap distribusi PMT diikuti edukasi kesehatan dan pendampingan kepada seluruh ibu hamil berisiko. Pemerintah juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kesehatan ibu hamil demi mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....