Hari Kunjung Perpustakaan, Sumsel Perkuat Layanan Digital Generasi Muda

  • 15 Sep 2026 10:20 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Hari Kunjung Perpustakaan diperingati setiap 14 September sebagai momentum untuk meningkatkan budaya membaca dan pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber pembelajaran masyarakat.
  • Dinas Perpustakaan Sumatera Selatan menyelenggarakan berbagai kegiatan literasi yang menargetkan masyarakat luas, terutama generasi muda, untuk mendorong partisipasi aktif dalam pemanfaatan perpustakaan.
  • Program kegiatan mencakup kunjungan ke Sekolah Bintang (sekolah Paket), pelatihan bahasa isyarat, dan aktivitas literasi lainnya untuk memperluas jangkauan dan inklusivitas layanan perpustakaan.

RRI.CO.ID, Palembang - Hari Kunjung Perpustakaan yang diperingati setiap 14 September menjadi momentum untuk meningkatkan budaya membaca serta mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai ruang pembelajaran dan sumber informasi bagi masyarakat.

Memperingati momentum tersebut, Dinas Perpustakaan Sumatera Selatan menggelar berbagai kegiatan yang menyasar masyarakat, khususnya generasi muda. Kegiatan di antaranya kunjungan ke Sekolah Bintang (sekolah Paket), pelatihan bahasa isyarat serta sejumlah aktivitas literasi lainnya.

Kepala Dinas Perpustakaan Sumatera Selatan, Fitriana, mengatakan Hari Kunjung Perpustakaan menjadi pengingat bahwa perpustakaan merupakan sumber informasi yang tervalidasi dan dapat diakses masyarakat melalui berbagai layanan.

Menurutnya, masyarakat tidak hanya dapat memanfaatkan koleksi buku secara langsung, tetapi juga mengakses layanan digital melalui perangkat gawai. Hal ini menjadi bagian dari upaya perpustakaan menyesuaikan layanan dengan perkembangan teknologi.

"Artinya kita mengingatkan kepada masyarakat bahwasannya kita ada perpustakaan yang merupakan sumber informasi yang tervalidasi. Sehingga ketika masyarakat membutuhkan informasi bisa berkunjung ke perpustakaan yang tersedia dengan berbagai layanan. Baik itu layanan konvensional maupun layanan digital," ujar Fitriana., Senin 14 September 2026.

Fitriana menegaskan perpustakaan harus terus adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyediakan aplikasi layanan digital sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan bacaan dengan lebih mudah dan fleksibel.

Dari sisi kunjungan, perpustakaan mencatat rata-rata 300 hingga 500 pengunjung secara langsung setiap hari. Sementara itu, layanan digital mencatat sekitar 100 hingga 1.200 akses per hari.

Menurut Fitriana, jumlah kunjungan masyarakat menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Perpustakaan juga membuka layanan pada hari Sabtu sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat yang menginginkan akses layanan lebih luas.

Sementara itu, Founder Duta Literasi Remaja Sumsel, Sapril, menilai perpustakaan tetap memiliki peran penting bagi generasi muda meski penggunaan teknologi digital semakin berkembang.

Sapril mengatakan generasi muda kini cenderung memilih platform digital untuk membaca dan belajar karena dinilai lebih praktis serta dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Karena itu, layanan perpustakaan digital dan koleksi e-book perlu terus dikembangkan.

Ia mendorong perpustakaan di Sumatera Selatan, khususnya Palembang, untuk menyediakan akses e-book yang mudah sekaligus mempertahankan koleksi buku fisik. Kolaborasi antara dinas perpustakaan, sekolah, komunitas literasi, dan pelajar juga dinilai penting untuk menghadirkan kegiatan yang lebih menarik.

" Perpustakaan di Sumatera Selatan, khususnya Palembang, untuk menyediakan akses e-book yang mudah sekaligus mempertahankan koleksi buku fisik. Kolaborasi antara dinas perpustakaan, sekolah, komunitas literasi, dan pelajar juga dinilai penting untuk menghadirkan kegiatan yang lebih menarik," kata Sapril.

Sapril juga menekankan pentingnya pengawasan orang tua dan guru dalam penggunaan gadget. Menurut ia, teknologi dapat mendukung aktivitas membaca dan belajar, namun berpotensi disalahgunakan apabila tidak disertai pendampingan.

Ia berharap generasi muda mampu menggunakan teknologi secara bijak dan tetap menjadikan perpustakaan sebagai ruang untuk meningkatkan minat baca, memperluas wawasan serta memperoleh informasi yang berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....