Pemadaman Karhutla Kebun Raya Sriwijaya Memasuki Hari Kedelapan

  • 12 Sep 2026 16:11 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Tim Manggala Agni masih menangani kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah Kabupaten Ogan Ilir.
  • Kebakaran di kawasan Kebun Raya Sriwijaya kembali muncul sehingga pemadaman berlangsung hingga hari kedelapan.
  • Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan untuk meningkatkan peluang hujan di wilayah terdampak karhutla.

RRI.CO.ID, Ogan Ilir - Tim Manggala Agni masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kabupaten Ogan Ilir. Pemadaman di Kebun Raya Sriwijaya telah berlangsung selama delapan hari karena api kembali muncul.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan Ferdian Krisnanto menyebut Kebun Raya Sriwijaya menjadi lokasi prioritas penanganan. Tim terus melakukan pemadaman karena titik api kembali terlihat setelah sebelumnya berhasil dikendalikan.

“Pemadaman di kawasan Kebun Raya yang telah memasuki hari kedelapan,” ujar Ferdian dalam rilis yang diterima Jumat, 11 September 2026.

Ferdian menjelaskan tim sebenarnya telah menyelesaikan target pemadaman di kawasan tersebut. Namun, api kembali muncul pada bagian belakang kebun saat siang hari.

“Kami terus melakukan pengaturan-pengaturan rollingan. Padahal harusnya sudah selesai, malah ada api lagi menyala di bagian belakang kebun,” ujarnya.

Untuk mempercepat penanganan, Manggala Agni mengerahkan tiga regu pemadam ke lokasi Kebun Raya Sriwijaya. Dua regu berasal dari Daops Banyuasin dan satu regu berasal dari Daops Surolangun, Provinsi Jambi.

Selain Ogan Ilir, Tim Manggala Agni juga menangani kebakaran lahan di Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penanganan difokuskan pada wilayah Pangkalan Lampam, terutama kawasan Sungai Bungin.

“Tim menangani banyak titik karhutla, di OKI konsentrasi dilakukan di Pangkalan Lampam khususnya wilayah Sungai Bungin dan Suaka Margasatwa,” tutur Ferdian.

Upaya pemadaman darat turut diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca untuk meningkatkan peluang hujan di daerah terdampak. Operasi tersebut kembali dilakukan pada Kamis, 10 September 2026.

“Dengan dua sortie penerbangan yang menyasar wilayah Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu. Hari ini belum terbang lagi karena belum terlihat potensi awan,” ungkap Ferdian.

Operasi modifikasi cuaca tersebut sempat menghasilkan hujan di beberapa wilayah Sumatera Selatan. Sebagian wilayah Banyuasin menerima hujan selama beberapa menit, sedangkan Lahat mengalami gerimis.

“Sementara wilayah Lahat juga sempat diguyur gerimis,” pungkas Ferdian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....