Wabup Banyuasin Sidak Kelangkaan Beras 5 Kg di Pasar
- 09 Sep 2026 09:13 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Beras kemasan lima kilogram mulai sulit ditemukan di sejumlah pasar Kabupaten Banyuasin per tanggal 8 September 2026.
- Wakil Bupati Netta Indian melakukan inspeksi mendadak di Pasar Sukamoro bersama Kepala Kejaksaan Negeri Erni Yusnita untuk menginvestigasi kelangkaan beras.
- Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui kondisi pasokan dan mengidentifikasi penyebab berkurangnya ketersediaan beras ukuran kecil di pasar.
RRI.CO.ID, Banyuasin - Beras kemasan lima kilogram mulai sulit ditemukan di sejumlah pasar Kabupaten Banyuasin. Kondisi tersebut terungkap saat Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian melakukan inspeksi mendadak di Pasar Sukamoro, Kecamatan Talang Kelapa, Selasa, 8 September 2026.
Peninjauan dilakukan Netta bersama Kepala Kejaksaan Negeri Banyuasin Erni Yusnita dengan mendatangi pedagang dan agen beras. Pemeriksaan tersebut bertujuan mengetahui kondisi pasokan sekaligus mencari penyebab berkurangnya ketersediaan beras ukuran kecil.
Dari hasil pengecekan lapangan, pedagang mengakui pasokan beras kemasan lima kilogram mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi serupa disebut terjadi di sejumlah pasar lain di Kabupaten Banyuasin.
Netta mengatakan kelangkaan beras ukuran lima kilogram perlu segera ditangani karena menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat. Menurutnya, tidak semua warga mampu membeli beras dengan ukuran kemasan lebih besar.
“Kami melihat langsung, memang terjadi kelangkaan beras lima kilogram,” ujar Netta.
Ia menjelaskan Pemerintah Kabupaten Banyuasin akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga ketersediaan beras. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pangan sesuai kemampuan daya beli.
Pedagang Pasar Sukamoro, Herman, menyebut berkurangnya pasokan beras kemasan lima kilogram berkaitan dengan meningkatnya biaya produksi. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah kenaikan harga plastik untuk kebutuhan kemasan.
Menurut Herman, biaya pengemasan yang meningkat membuat sebagian produsen mengurangi produksi beras ukuran lima kilogram. Produsen menilai biaya produksi menjadi lebih tinggi dibandingkan keuntungan yang diperoleh dari penjualan kemasan kecil.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuasin menyiapkan Gerakan Pangan Murah. Program itu akan menyediakan beras SPHP jenis medium dalam kemasan lima kilogram bagi masyarakat.
“Kita akan melakukan Gerakan Pangan Murah di sejumlah titik pasar,” kata Netta.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah akan dilakukan melalui Dinas Ketahanan Pangan bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyuasin. Pemerintah daerah berharap program tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau.
Dalam sidak tersebut, Netta didampingi unsur Kejaksaan Negeri Banyuasin, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Diskoperindag, Camat Talang Kelapa, dan Lurah Sukamoro. Pemerintah Kabupaten Banyuasin bersama Kejaksaan Negeri Banyuasin akan terus memantau perkembangan distribusi beras.
Pemerintah daerah memastikan pengawasan terhadap ketersediaan pangan akan terus dilakukan. Langkah lanjutan akan disiapkan berdasarkan kondisi pasokan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....