FTBI Sumsel 2026 Manfaatkan Ruang Digital untuk Lestarikan Bahasa Daerah

  • 09 Sep 2026 06:22 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Festival Tunas Bahasa Ibu Provinsi Sumatera Selatan 2026 bertujuan mendorong generasi muda untuk melestarikan bahasa daerah.
  • Platform digital dimanfaatkan sebagai sarana utama dalam mengenalkan dan mengapresiasi bahasa ibu kepada generasi muda.
  • Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan Desi Ari Pressanti menyampaikan inisiatif ini melalui program Literasi Digital RRI Palembang pada 1 September 2026.

RRI.CO.ID, Palembang - Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Provinsi Sumatera Selatan 2026 mendorong generasi muda melestarikan bahasa daerah. Upaya tersebut dilakukan dengan memanfaatkan ruang digital sebagai sarana mengenalkan dan mengapresiasi bahasa ibu.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan Desi Ari Pressanti menyampaikan hal tersebut dalam Literasi Digital RRI Palembang., Selasa 1 September 2026.

Desi mengatakan, FTBI merupakan kegiatan tahunan untuk memfasilitasi tunas bahasa ibu mengembangkan kemampuan melestarikan bahasa daerah. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengapresiasikan kemampuan berbahasa daerah.

Pelaksanaan FTBI berlangsung melalui rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak awal tahun. Salah satu tahap awalnya adalah revitalisasi bahasa daerah sebagai upaya menjaga keberlangsungannya di Sumatera Selatan.

"FTBI bukan menjadi akhir dari upaya pelestarian bahasa daerah," jelasnya. Menurutnya, kesinambungan kegiatan diperlukan agar penggunaan bahasa daerah terus berkembang di kalangan generasi muda.

Sementara itu, Widyabasa Ahli Muda Balai Bahasa Sumatera Selatan Vita Nirmala menjelaskan tahapan pelindungan bahasa daerah.Proses tersebut diawali dengan pemetaan bahasa dan kajian tingkat vitalitas bahasa di wilayah Sumatera Selatan.

"Vitalitas bahasa mengukur daya hidup bahasa, termasuk perkembangannya hingga kondisi yang berpotensi terancam punah. Tahapan berikutnya mencakup Revitalisasi Pembelajaran Bahasa Daerah atau RPD melalui pembelajaran klasikal dan pemodelan," ungkap Vita.

Kegiatan tersebut juga mencakup penyusunan bahan ajar dan bengkel sastra untuk memperkuat kemampuan generasi muda. Rangkaian ini menunjukkan pelestarian bahasa daerah membutuhkan proses berkelanjutan melalui pembelajaran dan keterlibatan generasi muda.

Melalui FTBI Sumatera Selatan 2026, Balai Bahasa berharap kepedulian generasi muda terhadap bahasa ibu semakin meningkat. Ruang digital diharapkan menjadi sarana efektif memperkenalkan sekaligus menjaga keberadaan bahasa daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....