Ike Muchendi Raih Bhakti Adipustaka Sumsel 2026 sebagai Tokoh Literasi

  • 07 Sep 2026 21:00 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Ike Muchendi menerima penghargaan Bhakti Adipustaka Sumsel 2026 sebagai Tokoh Masyarakat/Pegiat Literasi atas kontribusinya terhadap gerakan literasi di OKI.
  • Kabupaten OKI meraih penghargaan kategori kabupaten/kota dengan peringkat tertinggi di Sumsel atas pembinaan layanan perpustakaan dan pengembangan literasi.
  • Penguatan literasi dinilai semakin penting di era digital, terutama untuk membantu masyarakat menyaring informasi, memanfaatkan AI secara bijak, serta tetap menjaga budaya dan sejarah.

RRI.CO.ID, Palembang - Ike Muchendi menerima penghargaan Bhakti Adipustaka Provinsi Sumatera Selatan 2026 sebagai Tokoh Masyarakat/Pegiat Literasi. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam mendorong pengembangan gerakan literasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Penghargaan diserahkan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Palembang pada 2 September 2026. Pada kesempatan yang sama, Kabupaten OKI juga meraih penghargaan Bhakti Adipustaka kategori kabupaten/kota melalui Mauliddini.

OKI meraih peringkat tertinggi di Sumatera Selatan atas komitmennya dalam pembinaan dan pengembangan layanan perpustakaan serta gerakan literasi di daerah. Capaian tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap upaya penguatan budaya membaca di OKI.

Ike mengatakan perkembangan literasi terus menunjukkan kemajuan, namun tantangannya semakin kompleks seiring derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, masyarakat membutuhkan kemampuan literasi yang lebih luas untuk menghadapi perubahan tersebut.

Ia menilai literasi tidak lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis. Masyarakat juga perlu mampu memahami, memilah dan mengevaluasi informasi serta menggunakan teknologi secara bijak, terutama di tengah maraknya informasi palsu dan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Gerakan literasi tidak boleh berhenti pada penghargaan. Ini harus menjadi penyemangat untuk terus memperluas akses bacaan, meningkatkan minat membaca dan menghadirkan kegiatan literasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat,” kata Ike.

Ike berharap gerakan literasi terus diperluas melalui sekolah, keluarga, komunitas hingga desa. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemkab OKI, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, guru, pegiat literasi, komunitas serta masyarakat dalam mengembangkan budaya literasi.

Penghargaan Bhakti Adipustaka 2026 merupakan bagian dari Festival Literasi Sumatera Selatan 2026 yang mengusung tema “Literasi Bersinar, Peradaban Mengakar”. Festival tersebut dibuka Herman Deru di The Sultan Convention Center, Palembang, Sabtu 5 September 2026.

Herman Deru mengatakan kemajuan teknologi, termasuk AI, harus diimbangi dengan kemampuan literasi. Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi tetapi juga harus memiliki kemampuan memahami dan menyaring informasi yang diterima.

“Teknologi harus kita manfaatkan secara optimal, salah satunya penggunaan AI. Tetapi kemajuan teknologi harus dibarengi dengan literasi,” ujar Herman Deru. Ia menegaskan penguatan literasi merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, sekolah, guru, perpustakaan, komunitas, tokoh masyarakat dan keluarga.

Herman Deru menyebut Indeks Kegemaran Membaca (IKM) Sumatera Selatan telah mencapai 86 dan menempatkan provinsi tersebut di peringkat ketiga nasional. Sumsel juga meraih peringkat pertama Financial Literacy Award 2026 kategori pemerintah daerah dengan program literasi keuangan terbaik dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sementara itu, Duta Literasi Sumsel, Ratu Tenny Leriva mengatakan tema “Literasi Bersinar, Peradaban Mengakar” menekankan pentingnya meningkatkan kapasitas diri tanpa meninggalkan budaya dan sejarah.

"Tema ini memiliki makna agar kita terus meng-upgrade dan mengembangkan diri sehingga kemajuan teknologi bisa menjadi teman, bukan musuh atau disalahgunakan,” tutur Ratu Tenny.

Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan untuk memperluas pengetahuan dan gerakan literasi, sekaligus tetap menjaga identitas budaya. Ia menilai peningkatan IKM Sumsel tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak serta semakin banyaknya tokoh dan komunitas yang terlibat dalam gerakan literasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....