Digitalisasi Artefak Museum Balaputra Dewa Perkuat Pelestarian Sejarah

  • 09 Sep 2026 15:33 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Museum Balaputra Dewa Palembang menggunakan teknologi digital berupa model tiga dimensi dan augmented reality untuk memperkenalkan koleksi sejarah secara interaktif kepada masyarakat.
  • Program digitalisasi ini dilaksanakan oleh Bukadigital Indonesia dengan tujuan memberikan pengalaman baru dalam mengenal koleksi museum sekaligus melestarikan informasi sejarah.
  • Digitalisasi artefak tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi tetapi juga menjadi sarana penting dalam pelestarian dan aksesibilitas informasi historis untuk generasi mendatang.

RRI.CO.ID, Palembang - Teknologi digital mulai dimanfaatkan untuk menjaga sekaligus memperkenalkan koleksi sejarah Museum Balaputra Dewa Palembang kepada masyarakat. Melalui digitalisasi, sejumlah artefak dikembangkan dalam bentuk tiga dimensi dan augmented reality agar dapat diakses dengan cara yang lebih interaktif.

Program tersebut dilakukan Bukadigital Indonesia sebagai upaya menghadirkan pengalaman baru dalam mengenal koleksi museum. Digitalisasi tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi, tetapi juga menjadi sarana pelestarian informasi sejarah.

Pendiri Bukadigital Indonesia, Said Muhammad Ghiffary, mengatakan, proses digitalisasi artefak membutuhkan tahapan yang lebih kompleks dibandingkan dokumentasi biasa. Proses tersebut mencakup penelitian, pengambilan gambar, hingga pembuatan model tiga dimensi melalui proses pengolahan digital.

“Digitalisasi itu kita nge-build artefak yang ada di sana dalam bentuk 3D dan memanfaatkan augmented reality,” ujarnya dalam Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Palembang, Jumat, 4 September 2026.

Said menjelaskan proses digitalisasi dilakukan setelah melalui koordinasi dan memperoleh izin dari pihak museum. Hal tersebut penting karena sejumlah koleksi memiliki nilai sejarah tinggi serta tidak seluruhnya dapat disentuh atau dipindahkan oleh pengunjung.

Menurutnya, teknologi digital juga membantu menjaga dokumentasi koleksi yang mengalami perubahan lokasi penyimpanan. Melalui bentuk digital, masyarakat tetap dapat mengenal artefak meskipun benda aslinya tidak lagi berada di ruang pamer.

“Salah satu contohnya adalah beberapa artefak yang pernah dipajang di Museum Balaputra Dewa, namun kemudian dipindahkan ke tempat lain,” kata Said.

Ia menilai Museum Balaputra Dewa memiliki koleksi bersejarah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat. Koleksi tersebut dinilai memiliki daya tarik yang setara dengan berbagai museum lain di tingkat nasional maupun internasional.

Pemanfaatan teknologi tiga dimensi dan augmented reality diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk mengenal sejarah. Pendekatan digital juga dinilai lebih dekat dengan karakter generasi muda yang terbiasa menggunakan teknologi dalam aktivitas sehari-hari.

“Karena itu, pemanfaatan teknologi diharapkan dapat memperkuat daya tarik museum sekaligus menjaga warisan sejarah untuk generasi mendatang,” jelasnya.

Said mengatakan Bukadigital Indonesia tidak berhenti pada Museum Balaputra Dewa. Program serupa direncanakan untuk diterapkan pada sejumlah museum lain agar lebih banyak koleksi sejarah dapat terdokumentasi secara digital.

Digitalisasi museum menjadi salah satu langkah untuk menjaga warisan budaya di tengah perkembangan teknologi. Melalui inovasi tersebut, koleksi sejarah dapat tetap dikenali masyarakat sekaligus diwariskan kepada generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....