Menggapai Kesetaraan Gender Perempuan tanpa Mengabaikan Peran dalam Keluarga

  • 07 Agt 2026 06:47 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kesempatan perempuan untuk berkarier dan berkembang di berbagai bidang semakin terbuka di era modern.
  • Kesetaraan gender bukan berarti perempuan harus menggantikan peran laki-laki dalam keluarga, melainkan bentuk saling dukung.
  • Pembagian peran yang baik antara perempuan dan laki-laki di dalam keluarga diperlukan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.

RRI.CO.ID, Palembang - Kesempatan perempuan untuk berkarier dan berkembang di berbagai bidang dinilai semakin terbuka. Namun, kondisi tersebut perlu diimbangi dengan pembagian peran yang baik di dalam keluarga agar keharmonisan rumah tangga tetap terjaga.

Ketua Rumah Cinta ALPPIND, Vionna Suaibatul Aslamiah, mengatakan kesetaraan gender bukan berarti perempuan mengambil alih peran laki-laki. Menurutnya, yang dibutuhkan adalah saling mendukung dan bekerja sama sesuai peran masing-masing.

“Kalau perempuan berkembang itu bagus. Tetapi di rumah tetap harus ada komunikasi dan saling berbagi peran. Jangan sampai karier berjalan baik, tetapi keluarga justru terabaikan,” katanya dalam Dialog Pengarusutamaan Gender dan Inklusi di Pro 1 RRI Palembang, Senin, 3 Agustus 2026.

Vionna menilai komunikasi menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan keluarga, terutama ketika suami dan istri sama-sama memiliki aktivitas di luar rumah. Menurutnya, keputusan dalam keluarga sebaiknya dibangun melalui kesepahaman, bukan persaingan.

Sementara itu, Ketua II ALPPIND Sumsel Divisi Pemberdayaan Perempuan dan Ketahanan Keluarga, Rosdiana, mengatakan perempuan saat ini memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan kemampuan. Namun, ia mengingatkan agar perkembangan tersebut tetap diiringi dengan tanggung jawab terhadap keluarga.

“Perempuan boleh berkembang, boleh bekerja, boleh berkarya. Tetapi tetap harus memahami perannya dalam keluarga sehingga keseimbangan itu tetap terjaga,” ujarnya.

Selain itu, kedua narasumber juga menilai kemajuan teknologi dapat menjadi sarana bagi perempuan untuk belajar dan meningkatkan kemampuan. Meski demikian, penggunaan teknologi harus dilakukan secara bijak agar tidak mengganggu hubungan dalam keluarga maupun kehidupan sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....