Gerakan Pasar Murah Sumsel Pastikan Pangan Terjangkau dan Aman
- 02 Sep 2026 16:57 WIB
- Palembang
Poin Utama
- TVRI Sumatera Selatan menggelar Gerakan Pasar Murah pada 2 September 2026 dengan dukungan Pemerintah Provinsi, Bulog, dan Badan Pangan Nasional untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
- Kegiatan ini menyediakan 4 ton beras SPHP, 600 liter Minyakita, serta bahan pokok lainnya dengan tujuan menjaga stabilitas dan ketersediaan pangan di tingkat provinsi.
- Wakil Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq membuka acara dan Gubernur Sumsel Herman Deru meninjau langsung pelaksanaan kegiatan Gerakan Pasar Murah tersebut.
RRI.CO.ID, Palembang - TVRI Sumatera Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Perum Bulog, dan Badan Pangan Nasional menghadirkan Gerakan Pasar Murah untuk menjaga akses pangan masyarakat. Kegiatan yang digelar pada Rabu, 2 September 2026 tersebut menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus memperkuat stabilitas pangan daerah.
Gerakan Pasar Murah Sumatera Selatan menghadirkan bahan pokok terjangkau untuk menjaga kebutuhan pangan masyarakat. Kegiatan tersebut juga memastikan ketersediaan pangan tetap aman di tengah musim kemarau.
Wakil Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq membuka kegiatan tersebut bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. Keduanya turut meninjau langsung pelaksanaan pasar murah yang melibatkan masyarakat.
Penyelenggara menyediakan 4 ton beras SPHP dan 600 liter Minyakita dalam kegiatan tersebut. Kehadiran pasar murah ini menjadi upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan di daerah.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras. Ia menyebut stok beras saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sepuluh bulan ke depan.
"Setelah saya meninjau ke gudang stok beras kita cukup banyak, bahkan untuk sepuluh bulan ke depan. Apalagi meskipun sedang kemarau, panen masih berlangsung di beberapa titik, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras di Sumatera Selatan," ujarnya.
Herman Deru menjelaskan panen padi masih berlangsung di sejumlah wilayah meski Sumatera Selatan memasuki musim kemarau. Ia juga menyebut Sumatera Selatan tetap memasok gabah ke sejumlah provinsi lain.
Menurut Herman Deru, kondisi berkurangnya beras premium kemasan lima kilogram di pasaran tidak berkaitan dengan stok beras. Ia menyatakan perubahan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya biaya kemasan produk.
"Beras premium yang berkurang di lapangan, bukan beras medium. Kenaikan harganya ini dipengaruhi oleh kemasannya," katanya.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq memastikan stok beras Bulog di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung mencapai lebih dari 120 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Sumsel Babel.
"Saat ini kita mempunyai stok itu lebih dari 120 ribu ton. Saya kira itu cukup untuk mengelola kebutuhan masyarakat di wilayah Sumsel Babel," tuturnya.
Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap tersedia untuk masyarakat. Saat ini, ketersediaan minyak goreng Bulog mencapai sekitar 620 ribu liter sebagai bagian dari penguatan pasokan pangan.
Salah seorang warga Puncak Sekuning, Ika, mengaku terbantu dengan harga bahan pokok dalam Gerakan Pasar Murah tersebut. Ia membeli beras SPHP lima kilogram seharga Rp57 ribu dan Minyakita Rp15.500 per liter.
"Tadi saya beli beras SPHP kemasan 5 kilogram di harga Rp57 ribu. Kalau minyak goreng Minyakita tadi di harga Rp15.500, tapi cuma boleh dua liter," katanya.
Pemerintah Sumatera Selatan bersama Bulog memastikan kegiatan pangan murah akan terus dilakukan untuk membantu masyarakat. Program tersebut menjadi langkah menjaga daya beli warga sekaligus memenuhi kebutuhan pangan selama musim kemarau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....