DKPP Sumsel Gelar Pasar Murah, Beras SPHP Dijual Rp57 Ribu

  • 13 Agt 2026 17:07 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • DKPP Provinsi Sumatera Selatan menggelar Gerakan Pasar Murah di Palembang pada Kamis, 13 Agustus 2026, dengan tujuan menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok.
  • Kegiatan pasar murah diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Perum BULOG, BAPANAS, dan mitra distributor untuk memperluas jangkauan dan efektivitas program.
  • Kepala DKPP Sumsel Ruzuan Efendi menyatakan bahwa gerakan pasar murah ini merupakan bentuk pelayanan pemerintah sekaligus memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia di tengah kondisi cuaca yang kurang mendukung.

RRI.CO.ID, Palembang - Gerakan Pasar Murah DKPP Sumsel menawarkan sejumlah bahan pokok dengan harga lebih terjangkau untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi cuaca kurang mendukung. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia.

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan menggelar GPM di depan kantor DKPP Sumsel, Kamis, 13 Agustus 2026. Kegiatan itu melibatkan Perum BULOG, Bapanas, dan sejumlah mitra distributor untuk menyediakan kebutuhan pangan masyarakat.

Kepala DKPP Sumsel Ruzuan Efendi mengatakan GPM menjadi bentuk pelayanan pemerintah sekaligus bagian dari peringatan HUT ke-81 RI. Pemerintah juga ingin memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga ketika kondisi cuaca berpotensi memengaruhi pasokan.

“GPM ini dilaksanakan untuk memeriahkan HUT ke-81 RI sekaligus menjaga stok pangan di tengah cuaca kurang mendukung,” kata Ruzuan. Ia berharap kegiatan tersebut membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau dan memastikan ketersediaannya tetap mencukupi.

DKPP Sumsel terus memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di berbagai wilayah untuk mengantisipasi perubahan kondisi pasar. Petugas survei melaporkan perkembangan harga dan pasokan kepada pemerintah setiap hari sebagai dasar pengambilan kebijakan.

“Kami dari pemerintah khususnya DKPP akan selalu memonitor ketersediaan dan harga bahan pokok di lapangan melalui petugas survei,” ujarnya. Ruzuan menegaskan pemerintah akan segera mengambil langkah apabila terjadi kenaikan harga atau gangguan pasokan.

Langkah tersebut dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan masyarakat serta koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam distribusi pangan. Pemerintah berharap upaya itu mampu menjaga keterjangkauan harga sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.

Salah seorang warga, Eni, mengaku terbantu dengan pelaksanaan Gerakan Pasar Murah karena harga sejumlah kebutuhan lebih rendah dibandingkan pasar. Ia berharap kegiatan serupa dapat berlangsung secara rutin sehingga masyarakat memiliki alternatif memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.

“Saya tadi membeli beras, minyak, gula, dan sayur-sayuran dengan harga lebih murah,” ujar Eni. Ia berharap pemerintah dapat melanjutkan kegiatan tersebut setiap bulan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sejumlah komoditas yang tersedia dalam GPM meliputi beras SPHP, MinyaKita, tepung terigu, telur ayam, dan daging kerbau. Beras SPHP dijual Rp57 ribu per lima kilogram, sedangkan MinyaKita dipasarkan Rp14.700 per liter.

DKPP Sumsel menyediakan dua ton beras SPHP dan 1.200 liter MinyaKita dalam kegiatan tersebut. Pemerintah berharap Gerakan Pasar Murah dapat membantu masyarakat sekaligus memperkuat pengendalian harga dan ketersediaan pangan di Sumatera Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....