Kasus ISPA di Banyuasin Naik 80 Persen
- 30 Agt 2026 12:24 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Banyuasin - Kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di Kabupaten Banyuasin meningkat hingga sekitar 80 persen sejak Juli hingga Agustus 2026. Kenaikan tersebut terjadi bersamaan dengan munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan, kebun, dan lahan di sejumlah wilayah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin, Eni Diana, mengatakan peningkatan kasus mulai terlihat setelah memasuki periode kebakaran. Kondisi udara yang dipenuhi asap dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi munculnya keluhan pada saluran pernapasan.
"Kasus ISPA mulai meningkat sejak Juli, salah satunya dipengaruhi asap," ujar Eni Diana, di Pangkalan Balai, Sabtu, 29 Augustus 2026.
Berdasarkan pemantauan Dinas Kesehatan, jumlah penderita sebelumnya berada di kisaran 1.500 kasus dan kemudian meningkat menjadi sekitar 2.500 kasus. Keluhan yang banyak ditemukan berupa batuk, pilek, dan sesak napas setelah masyarakat terpapar udara yang kurang baik.
Menurut Eni, partikel dari asap kebakaran dapat mengganggu sistem pernapasan, terutama pada warga yang banyak beraktivitas di luar rumah. Meski terjadi peningkatan jumlah kasus, hingga saat ini tidak terdapat laporan kematian akibat ISPA.
"Keluhan yang dirasakan pasien antara lain batuk, pilek, dan sesak napas," katanya.
Dinas Kesehatan meminta masyarakat mengurangi paparan asap dengan membatasi kegiatan di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk. Warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker sebagai perlindungan tambahan.
Kepala UPTD Puskesmas Sukajadi, dr. Reviyani, mengingatkan warga untuk menjaga kondisi tubuh selama kabut asap masih terjadi. Selain memakai masker, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih dan memperhatikan perubahan kondisi kesehatan.
Reviyani meminta warga segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan. Pemeriksaan diperlukan apabila keluhan semakin berat atau tidak kunjung membaik.
Pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat terus dilakukan melalui fasilitas kesehatan di wilayah Banyuasin. Data tersebut menjadi salah satu bahan bagi pemerintah untuk melihat perkembangan dampak kabut asap terhadap warga.
Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas yang berisiko meningkatkan paparan polusi udara. Kelompok yang rentan, termasuk anak-anak dan lanjut usia, perlu mendapat perhatian lebih ketika kualitas udara menurun.
Selain menjaga kesehatan, pencegahan sumber asap menjadi bagian penting dalam mengatasi persoalan tersebut. Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Langkah pencegahan diharapkan dapat mengurangi paparan asap sekaligus menekan risiko gangguan kesehatan. Masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan kebakaran hutan dan lahan agar dapat ditangani lebih cepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....