Antisipasi ISPA Akibat Karhutla, Dinkes OKI Distribusikan 32.200 Masker Gratis
- 30 Agt 2026 11:50 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Dinkes OKI telah mendistribusikan 32.200 masker dari total stok awal 80.650 masker untuk mengantisipasi dampak kabut asap karhutla.
- Masker disalurkan ke sejumlah puskesmas, PSC 119, dan Disdukcapil OKI, terutama untuk wilayah dan layanan publik yang berpotensi terdampak asap.
- Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap ISPA, menggunakan masker, mengurangi aktivitas luar ruangan saat kualitas udara memburuk, dan segera memeriksakan diri jika mengalami gangguan pernapasan.
RRI.CO.ID, OKI - Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendistribusikan 32.200 masker untuk mengantisipasi risiko peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masker disalurkan ke wilayah yang berpotensi terdampak kabut asap, fasilitas kesehatan, dan pusat pelayanan publik.
Dari total persediaan awal sebanyak 80.650 masker, sebanyak 32.200 masker telah didistribusikan. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten OKI melindungi masyarakat dari paparan asap akibat karhutla.
Masker didistribusikan antara lain ke Puskesmas Cengal, Pedamaran Timur, Pampangan, Pangkalan Lampam, Awal Terusan, SP Padang, Celikah, Muara Batun, dan Sungai Menang. Selain itu, masker juga disalurkan kepada PSC 119 Dinkes OKI.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, Alamsyah, mengatakan distribusi masker merupakan tindak lanjut arahan Bupati OKI H. Muchendi sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap yang dapat memicu gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.
“Arahan Bupati agar masker yang didistribusikan sebagai langkah pencegahan dan perlindungan bagi masyarakat, terutama untuk wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak kabut asap akibat karhutla,” kata Alamsyah. Kamis, 27 Agustus 2026.
Menurut Alamsyah, puskesmas menjadi salah satu titik penting dalam perlindungan masyarakat karena lokasinya berada paling dekat dengan warga, khususnya di wilayah yang berpotensi terdampak kabut asap.
Selain melalui puskesmas, Dinas Kesehatan OKI menyalurkan 200 masker kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten OKI. Masker tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang datang mengurus administrasi kependudukan.
“Penyaluran masker ke fasilitas pelayanan publik itu dilakukan karena masyarakat tetap beraktivitas dan membutuhkan layanan administrasi di tengah ancaman kabut asap,” ujar Alamsyah.
Dinas Kesehatan OKI terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi memburuknya kualitas udara akibat karhutla. Masyarakat diimbau menggunakan masker saat diperlukan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan atau berada di wilayah terdampak asap.
Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara memburuk. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan paparan asap yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan.
Masyarakat yang mengalami keluhan seperti batuk, sakit tenggorokan, sesak napas, atau gangguan pernapasan lainnya diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Dengan distribusi masker dan imbauan kewaspadaan tersebut, Dinkes OKI berupaya memperkuat langkah pencegahan dampak kesehatan akibat karhutla. Perlindungan masyarakat menjadi perhatian utama seiring potensi paparan kabut asap di sejumlah wilayah OKI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....