Polda Sumsel Gelar Sholat Istisqo Memohon Hujan di Tengah Kemarau

  • 29 Agt 2026 07:26 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Polda Sumsel menggelar Sholat Istisqo sebagai ikhtiar spiritual menghadapi kemarau dan meningkatnya risiko Karhutla.
  • Kegiatan dirangkaikan dengan Maulid Nabi dan penyaluran bansos sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat terdampak cuaca ekstrem.
  • Polda Sumsel terus memperkuat pencegahan Karhutla melalui patroli, pemantauan hotspot, sosialisasi, pemadaman, serta mengajak masyarakat segera melaporkan titik api.

RRI.CO.ID, Palembang - Polda Sumatera Selatan menggelar Sholat Istisqo untuk memohon turunnya hujan di tengah cuaca panas dan kering. Ikhtiar spiritual tersebut dilakukan saat risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat di Sumatera Selatan.

Sholat Istisqo berlangsung di Lapangan Mapolda Sumsel, Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dipimpin dalam suasana khusyuk bersama jajaran dan personel beragama Islam.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho menghadiri pelaksanaan Sholat Istisqo bersama Pejabat Utama Polda Sumsel. Seluruh personel Muslim di lingkungan Mapolda Sumsel turut mengikuti ibadah tersebut.

Kegiatan itu menjadi bagian dari ikhtiar bersama menghadapi musim kemarau yang meningkatkan ancaman Karhutla. Kondisi panas dan kering juga mendorong peningkatan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di sejumlah wilayah.

Pemantauan Polda Sumsel menunjukkan jumlah titik panas di Sumatera Selatan meningkat dalam dua pekan terakhir. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena titik panas dapat berkembang menjadi kebakaran apabila tidak segera ditangani.

Selain Sholat Istisqo, Polda Sumsel juga memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dalam rangkaian kegiatan tersebut. Kapolda Sumsel turut menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada masyarakat dan pihak yang membutuhkan.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan Sholat Istisqo melengkapi langkah operasional kepolisian menghadapi Karhutla. Polda Sumsel tetap menjalankan pencegahan, pemantauan, patroli, dan penanganan kebakaran di lapangan.

“Penanggulangan Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan upaya fisik dan penegakan hukum. Secara operasional, kami terus melakukan sosialisasi, patroli rutin hingga upaya pemadaman api,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

“Sholat Istisqo ini adalah wujud ikhtiar spiritual kita memohon hujan kepada Yang Maha Kuasa,” tuturnya.

Menurut Nandang, rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan pendekatan menyeluruh Polda Sumsel dalam menghadapi musim kemarau. Upaya tersebut memadukan pencegahan Karhutla, ikhtiar spiritual, dan kepedulian sosial kepada masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan. Penyaluran bantuan sosial diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kondisi cuaca ekstrem.

“Melalui momentum peringatan Maulid Nabi yang dirangkaikan dengan pembagian bansos ini, kami juga berharap dapat meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak langsung oleh cuaca ekstrem,” kata Nandang.

Sementara itu, Polda Sumsel bersama jajaran terus melakukan patroli dan pemantauan titik panas di wilayah rawan. Petugas juga melakukan sosialisasi serta merespons setiap titik api yang ditemukan di lapangan.

Polda Sumsel mengajak masyarakat menjaga lingkungan dengan tidak membuka hutan dan lahan menggunakan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan titik api agar petugas dapat melakukan penanganan sebelum kebakaran meluas.

Perpaduan ikhtiar spiritual dan langkah operasional menjadi bagian dari upaya Polda Sumsel menghadapi ancaman Karhutla. Kepolisian berharap seluruh unsur masyarakat dapat terlibat menjaga lingkungan selama musim kemarau berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....