Patin Sumsel Peringkat Satu, Pemprov Genjot Produksi Perikanan

  • 27 Agt 2026 13:24 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyalurkan bantuan perikanan kepada nelayan dan pembudidaya ikan pada Rabu, 26 Agustus 2026, sebagai upaya menjaga produksi ikan lokal.
  • Gubernur Herman Deru menegaskan sektor perikanan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah meski anggaran mengalami penyesuaian dan efisiensi.
  • Dukungan pemerintah terhadap perikanan penting karena sektor ini menopang ekonomi masyarakat dan memasok bahan baku kuliner khas Sumatera Selatan untuk ketahanan pangan daerah.

RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyalurkan bantuan perikanan kepada nelayan dan pembudidaya ikan di Sumsel, Rabu, 26 Agustus 2026. Program ini tetap berjalan di tengah efisiensi anggaran untuk menjaga produksi ikan lokal dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan sektor perikanan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah meski anggaran mengalami penyesuaian. Menurutnya, dukungan tersebut penting karena perikanan menopang ekonomi masyarakat sekaligus memasok bahan baku kuliner khas Sumatera Selatan.

“Di tengah kesederhanaan anggaran, Pemprov Sumsel tetap memberikan perhatian penuh kepada para pelaku perikanan. Ini wujud dorongan moril dan materiil agar produksi perikanan kita tidak boleh terhenti,” ujarnya.

Herman Deru meminta Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel menyiapkan program inovatif agar sektor perikanan berkembang menjadi komoditas unggulan nasional. “Saya tunggu ide-ide terbaiknya karena kita sangat serius menggarap sektor ini,” katanya.

Pemprov Sumsel menyalurkan 92 ribu ekor benih patin, lele, dan nila kepada kelompok nelayan serta pembudidaya penerima bantuan. Pemerintah daerah juga menyediakan 60 ribu kilogram pakan, 14 mesin pencetak pakan, dan satu keramba jaring apung.

Dukungan bagi nelayan mencakup 64 mesin perahu perairan umum daratan berdaya 6,5 PK dan 12 mesin kapal 24 PK. Pemprov Sumsel turut menyerahkan 20 kotak pendingin dan 22 lemari pembeku kepada pengolah serta pemasar hasil perikanan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel Aries Irwan Wahyu menyebut produksi beberapa komoditas daerah telah menembus peringkat nasional. Patin Sumsel menempati peringkat pertama, sedangkan lele berada di posisi keempat dan nila menempati posisi kesembilan.

“Produksi ikan patin kita berada di peringkat satu nasional, lele peringkat empat, dan nila peringkat sembilan. Capaian ini menjadi bukti kontribusi besar sektor budidaya dan nelayan Sumsel terhadap ketahanan pangan nasional,” tuturnya.

Bantuan sarana produksi diharapkan menekan biaya usaha pembudidaya melalui dukungan benih, pakan, dan peralatan yang lebih memadai. Bagi nelayan, mesin perahu dan fasilitas pendingin dapat membantu menjaga mutu hasil tangkapan hingga masuk rantai pemasaran.

Pemprov Sumsel berharap bantuan tersebut memperkuat produktivitas pelaku usaha sekaligus menjaga ketersediaan ikan bagi masyarakat dan industri kuliner daerah. Pemerintah daerah juga mendorong inovasi agar komoditas perikanan Sumatera Selatan memiliki daya saing lebih kuat secara nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....