Balap Ketek Bajemo: Sekda Muba Tekankan Kelestarian Sungai dan Potensi Nelayan
- 22 Agt 2026 23:00 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Lomba Balap Ketek Bajemo Open Race IV 2026 pada Sabtu, 22 Agustus 2026 di perairan Sungai Musi, Desa Lumpatan II, Kecamatan Sekayu.
- Kegiatan ini bertujuan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menekankan upaya pelestarian sungai dan potensi nelayan lokal.
- Acara yang telah memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin, Syafaruddin, dan berlangsung dengan semarak di lokasi Sungai Musi.
RRI.CO.ID, Musi Banyuasin- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersama perkumpulan masyarakat menggelar ajang bergengsi Lomba Balap Ketek Bajemo Open Race IV 2026, Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan itu berlangsung di perairan Sungai Musi di Desa Lumpatan II, Kecamatan Sekayu yang mendadak riuh dan semarak.
Kegiatan ini tidak hanya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, namun juga menekankan pelestarian sungai dan potensi nelayan. Kegiatan yang telah memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Musi Banyuasin Syafaruddin.
“Balap ketek ini tidak sekadar sarana hiburan kemerdekaan, tetapi membawa misi vital untuk menjaga kelestarian ekosistem sungai dan membangkitkan kembali perekonomian para nelayan tradisional. Hakikat dari kegiatan ini adalah untuk menjaga kelestarian sungai kita,” kata Sekda.
Selain itu sekda juga mengajak membangkitkan kembali potensi nelayan yang menjadi tulang punggung keluarga. “Melalui hasil tangkapan sungai, kita berharap para nelayan tetap mampu mampu memenuhi kebutuhan termasuk menyekolahkan anak-anak mereka," ujar Syafarudin.
Sekda menceritakan kilas balik lahirnya kompetisi ini yang berawal dari tradisi swadaya masyarakat nelayan setempat sejak enam tahun lalu. Kala itu, para nelayan bergotong-royong membuat lomba ketek sederhana setiap momen 17 Agustus.
"Awalnya, para nelayan ini berinisiatif secara mandiri dengan mengumpulkan uang patungan untuk menggelar lomba setiap tanggal 17 Agustus. Berawal dari semangat swadaya tersebut, pemerintah daerah bersama para tokoh masyarakat tergerak untuk memfasilitasi dan membesarkan kegiatan ini hingga memasuki tahun keempat penyelenggaraan resmi," tambahnya.
Isu krusial yang turut disuarakan Sekda Muba adalah maraknya perusakan lingkungan perairan akibat praktik illegal fishing, seperti penggunaan racun, potas, hingga penyetruman ikan yang merusak masa depan ekosistem Sungai Musi. “Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menahan diri dan menjaga kelestarian perairan kita," tegas Sekda.
Syafaruddin mengingatkan, kebiasaan meracuni dan menyetrum sungai tidak hanya menghabiskan benih ikan. Tetapi juga sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat luas karena Sungai Musi merupakan sumber air baku utama PDAM Sekayu.
"Hentikan kegiatan menyetrum dan meracun ikan! Kita harus sepakat untuk menjaga sungai ini. Ketika debit air Sungai Musi menyusut pada musim kemarau, racun seperti potas sangat berbahaya bagi air baku PDAM yang disalurkan ke rumah-rumah masyarakat,” ujarnya.
Usai pembukaan resmi, acara dilanjutkan dengan penyerahan kembali Piala Bergilir Bajemo Open Race dari juara bertahan tahun lalu, yaitu Tim Kayuara, kepada pihak panitia untuk diperebutkan kembali pada ajang ke-4 ini.
Seluruh 55 peserta mengibarkan bendera tim masing-masing di atas perahu ketek dan melakukan parade beriringan di belakang garis paddock diiringi riuh penonton di sepanjang aliran sungai. Tim evakuasi dari Polairud Polres Muba serta TRC BPBD Muba disiagakan penuh untuk mengawal keselamatan selama parade dan perlombaan.
Menutup arahannya, Sekda Muba berpesan agar seluruh peserta memelihara rasa persaudaraan dan kejujuran selama bertanding. "Silakan bertanding dengan semangat untuk menang, namun tetap junjung tinggi nilai sportivitas tanpa menghalalkan segala cara,” sebutnya.
Sekda juga mengingatkan bagi yang menang jangan jumawa, dan bagi yang belum berhasil jangan berkecil hati. “Tahun depan kita akan berkompetisi kembali," tutur Sekda Muba.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....