KAI Divre III Palembang Ingatkan Modus Penipuan Rekrutmen
- 25 Agt 2026 23:51 WIB
- Palembang
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Palembang mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap berbagai modus penipuan rekrutmen yang mengatasnamakan KAI dan beredar melalui media sosial serta kanal komunikasi lainnya.
- Manager Humas KAI Divre III Palembang Aida Suryanti menekankan pentingnya masyarakat untuk cermat dan teliti dalam memeriksa setiap informasi terkait rekrutmen sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
- Maraknya akun dan informasi palsu di berbagai platform komunikasi membuka peluang bagi pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan dengan menyalahgunakan nama dan identitas perusahaan KAI.
RRI.CO.ID, Palembang - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mengingatkan masyarakat mewaspadai penipuan rekrutmen yang mengatasnamakan KAI. Modus tersebut beredar melalui media sosial dan kanal komunikasi lain dengan menawarkan lowongan palsu hingga menjanjikan kelulusan.
Manager Humas KAI Divre III Palembang Aida Suryanti mengatakan masyarakat perlu memeriksa setiap informasi rekrutmen sebelum mengambil tindakan. Masyarakat diminta mencurigai informasi yang meminta uang, mengarahkan peserta kepada pihak tertentu, atau menjanjikan kelulusan.
“KAI mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi rekrutmen yang beredar di media sosial,” ujar Aida, Senin, 24 Agustus 2026.
Aida menegaskan seluruh informasi rekrutmen resmi KAI hanya disampaikan melalui situs e-recruitment.kai.id. KAI juga memastikan tidak pernah memungut biaya dalam seluruh proses rekrutmen pegawai.
Perusahaan tidak bekerja sama dengan agen perjalanan, biro jasa, maupun pihak lain yang menawarkan bantuan untuk meluluskan peserta. Masyarakat juga diminta mewaspadai akun palsu yang menggunakan nama, logo, dan identitas KAI.
Menurut Aida, pelaku dapat meminta uang dengan berbagai alasan, termasuk biaya administrasi, seleksi, transportasi, dan akomodasi. Pelaku juga dapat mengarahkan peserta memesan hotel atau transportasi melalui agen perjalanan tertentu.
KAI menegaskan tidak ada pihak yang dapat menjamin kelulusan peserta di luar mekanisme seleksi resmi perusahaan. Masyarakat diminta tidak mempercayai pihak yang menawarkan kelulusan dengan imbalan dalam bentuk apa pun.
“Apabila terdapat pihak yang menjanjikan dapat membantu meluluskan peserta rekrutmen dengan imbalan dalam bentuk apa pun, masyarakat diminta untuk tidak mempercayainya,” tutur Aida.
Proses rekrutmen KAI dilaksanakan secara terbuka dan transparan melalui tahapan sesuai kebutuhan formasi. Tahapan tersebut meliputi seleksi administrasi, kesehatan awal, psikologi, wawancara, dan kesehatan akhir.
Untuk formasi tertentu, peserta juga wajib mengikuti tahapan kesamaptaan. Seluruh informasi mengenai jadwal dan tahapan seleksi diumumkan melalui kanal resmi rekrutmen KAI.
KAI juga tidak menerapkan sistem penggantian atau refund biaya transportasi maupun akomodasi selama proses rekrutmen. Karena itu, masyarakat diminta mengabaikan pesan berantai, unggahan, atau tautan lowongan yang berasal dari sumber tidak resmi.
Masyarakat diminta tidak mentransfer uang atau menyerahkan data pribadi kepada nomor dan akun pribadi yang mengatasnamakan KAI. Informasi mencurigakan dapat dikonfirmasi melalui Contact Center KAI 121, WhatsApp KAI, atau media sosial resmi KAI 121.
“Kami mengajak masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi melalui kanal resmi KAI dan tidak memberikan uang maupun data pribadi kepada pihak yang tidak dapat dipastikan keabsahannya,” ujar Aida.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....