Kepungan Asap Kian Pekat, Personel Manggala Agni Digeser ke Sumsel

  • 24 Agt 2026 18:20 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera menarik personel Manggala Agni dari Jambi dan Bangka untuk diperbantukan langsung memadamkan titik api di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
  • Citra satelit mencatat sumber asap raksasa di OKI menyebar ke arah utara dan menyatu dengan asap dari Musi Banyuasin (Muba), hingga berdampak pada wilayah tetangga seperti Jambi.
  • Dari total 954 personel Manggala Agni yang disiagakan di Pulau Sumatra, wilayah Sumatera Selatan menjadi fokus utama pengerahan pasukan karena mengalami dampak kebakaran paling parah.

RRI.CO.ID, Palembang - Kepulan asap pekat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Ogan Komering Ilir (OKI) makin agresif merayap ke arah utara. Citra satelit merekam pergerakan mengkhawatirkan: asap dari OKI kini telah menyatu dengan sumber kebakaran di Musi Banyuasin (Muba), membentuk selimut asap raksasa yang tidak hanya mengepung wilayah Sumatera Selatan, tetapi juga mulai menyerbu Provinsi Jambi.

Merespons eskalasi yang kian tak terkendali di titik api utama Sumsel, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan mengambil langkah cepat. Pasukan khusus Manggala Agni dari Pulau Bangka dan Provinsi Jambi ditarik keluar dari posisinya dan diterjunkan langsung ke garis depan pertempuran padamkan api di OKI.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera Kemenhut, Ferdian Krisnanto, mengonfirmasi pergeseran pasukan Bantuan Kendali Operasi (BKO) tersebut demi menahan laju penyebaran api dan paparan asap yang makin meluas.

"Kami menarik personel Manggala Agni di Bangka dan Jambi untuk diperbantukan mengendalikan karhutla di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Pengerahan personel BKO ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran asap akibat kebakaran di OKI, karena asap dari OKI dan Muba menyebar ke utara," ujar Ferdian, Minggu, 23 Agustus 2026.

Dari total 954 personel Manggala Agni yang saat ini disebarkan di seluruh kantong karhutla Sumatra—termasuk Riau, Jambi, dan Sumsel—wilayah Sumatera Selatan kini menyedot konsentrasi daya tempur terbesar.

“Kondisi eskalasi tertinggi dan dampak terbesar saat ini ada di Sumatera Selatan,” tegas Ferdian.

Pertempuran melawan si jago merah juga berkecamuk di wilayah lain. Di Riau, titik asap besar masih membumbung tinggi dari kawasan Kerumutan, Indragiri Hulu (Inhu). Untuk mengimbangi tekanan di Riau, Balai Dalkarhut kini tengah menyusun skenario penebalan pasukan tambahan yang diimpor dari Sumatera Utara.

Pengerahan pasukan BKO ini bukan sekadar penambahan jumlah kepala di lapangan. Personel Manggala Agni yang dikirim merupakan kualifikasi khusus yang dibekali taktik memutus rantai api di medan ekstrem.

“Mereka selalu siap siaga di garda terdepan untuk menjaga kelestarian hutan, melindungi satwa liar, serta memastikan udara yang dihirup masyarakat tetap bersih,” pungkasnya.

Dengan masuknya tambahan regu penindak dari Jambi dan Bangka, pertempuran darat di lahan gambut OKI diperkirakan akan makin intensif dalam beberapa hari ke depan guna mencegah kabut asap makin melumpuhkan aktivitas warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....