ABK TB Baruna 2 Ditemukan Meninggal di Sungai Musi
- 26 Agt 2026 08:49 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Banyuasin - Tim SAR Gabungan menemukan Taufik Hidayat (28), anak buah kapal (ABK) Tugboat (TB) Baruna 2 yang sebelumnya dilaporkan jatuh ke Sungai Musi di Kelurahan Mariana, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu, 22 Agustus 2026 sekitar pukul 22.00 WIB. Jasad korban ditemukan mengapung di tengah Sungai Musi, sekitar dua kilometer dari lokasi awal kejadian.
Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin mengatakan, pencarian dilakukan setelah pihaknya menerima laporan kejadian pada Jumat, 21 Agustus 2026 sekitar pukul 17.30 WIB.
“Setelah menerima informasi, kami langsung memberangkatkan personel menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan pencarian. Operasi SAR dilakukan secara terpadu bersama unsur terkait dengan menyisir area sungai yang diperkirakan menjadi lokasi korban tenggelam,” ujar Raymond.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.10 WIB. Saat itu, TB Baruna 2 berada di sekitar perairan Pulau Salahnama untuk melakukan pemindahan tiga ABK dari tugboat menuju tongkang yang akan bergerak ke Pulau Kemaro.
Korban yang mendapat giliran pertama untuk berpindah ke tongkang diduga terpeleset hingga jatuh ke Sungai Musi. Rekan-rekan korban sempat memberikan pertolongan dengan melemparkan ring buoy, namun korban kemudian tenggelam dan tidak terlihat di permukaan air.
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI AL, Polairud dan masyarakat kemudian melakukan pencarian dengan menyisir permukaan sungai serta memantau sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi hanyut korban.
Setelah ditemukan, korban dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk proses lebih lanjut. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing.
Raymond mengapresiasi seluruh unsur SAR Gabungan dan masyarakat yang turut membantu proses pencarian. Ia juga mengingatkan pekerja dan pengguna transportasi sungai agar selalu mengutamakan keselamatan, termasuk menggunakan life jacket atau pelampung saat beraktivitas di perairan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan mengabaikan penggunaan alat keselamatan, karena kondisi di perairan dapat berubah sewaktu-waktu,” pungkas Raymond.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....