Warga Marah, Petugas BPS Pasang Stiker tanpa Proses Pencacahan
- 26 Agt 2026 08:26 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Banyuasin – Warga Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, mengeluhkan pelaksanaan pencacahan Sensus Ekonomi 2026 oleh mitra Badan Pusat Statistik atau BPS. Keluhan muncul setelah sejumlah warga mengaku petugas hanya menempelkan stiker sensus tanpa melakukan wawancara dan menggali data secara lengkap.
Kondisi tersebut dilaporkan terjadi di sejumlah rumah warga, termasuk di Kelurahan Tanahmas Indah. Warga mempertanyakan tujuan pendataan apabila informasi mengenai kondisi ekonomi keluarga tidak diperbarui melalui proses wawancara.
Seorang warga Kelurahan Tanahmas Indah, Rosadi, menceritakan petugas datang ke rumahnya dan mengaku sebagai petugas sensus. Namun, proses pendataan yang dilakukan dinilai sangat singkat karena petugas hanya menempelkan stiker di rumah.
Rosadi kemudian menanyakan kepada istrinya mengenai proses pendataan tersebut. Dari keterangan istrinya, ia belum diwawancarai, petugas belum menggali informasi keluarga secara lengkap, termasuk pekerjaan, jumlah anggota keluarga, pendapatan, dan kondisi ekonomi rumah tangga.
"Petugas hanya menempel stiker, tetapi data keluarga tidak ditanyakan secara lengkap," ujar Rosadi, di Talang Kelapa, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Rosadi mengatakan dirinya sempat menjelaskan kepada petugas bahwa pekerjaan dirinya sebagai buruh harian lepas membuat pendapatan keluarga tidak selalu tetap. Menurutnya, kondisi tersebut semestinya dicatat karena perubahan pekerjaan dan pendapatan merupakan bagian penting untuk menggambarkan keadaan ekonomi masyarakat.
Ia juga mengaku mendapat penjelasan dari petugas mengenai kendala pembaruan data. Menurut informasi yang diterimanya, petugas mengaku pernah melakukan pendataan secara serius, tetapi data yang telah disetorkan terkadang masih menggunakan data lama pada proses berikutnya.
"Jangan hanya datang, menempel stiker, lalu dianggap sudah selesai mendata," katanya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Ani. Ia mengatakan petugas yang datang ke rumahnya hanya menanyakan nama anggota keluarga, kemudian menempelkan stiker tanpa menanyakan pekerjaan maupun kondisi ekonomi keluarga. Ani juga mengaku petugas tidak memperkenalkan identitas secara jelas sebelum melakukan pendataan.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Ani. Ia mengatakan petugas yang datang ke rumahnya hanya menanyakan nama anggota keluarga, kemudian menempelkan stiker tanpa menanyakan pekerjaan maupun kondisi ekonomi keluarga. Ani juga mengaku petugas tidak memperkenalkan identitas secara jelas sebelum melakukan pendataan.
"Saya hanya ditanya nama anggota keluarga, setelah itu petugas menempelkan stiker dan langsung pergi," ujar Ani.
Sementara itu, aktivis Banyuasin, Sepriadi Pratama, menyayangkan adanya laporan mengenai pelaksanaan sensus yang dinilai tidak optimal. Ia meminta BPS Banyuasin mengevaluasi pelaksanaan pencacahan di lapangan agar seluruh mitra menjalankan tugas sesuai prosedur.
Menurut Sepriadi, kualitas data sangat ditentukan oleh proses pendataan dari rumah ke rumah. Apabila informasi tidak digali dan diperbarui secara benar, data yang dihasilkan berpotensi tidak menggambarkan kondisi masyarakat sebenarnya.
Ia berharap pengawasan terhadap petugas diperkuat dan masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan apabila menemukan proses pendataan yang tidak sesuai. Dengan demikian, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menghasilkan data yang lebih akurat dan dapat menjadi dasar kebijakan pemerintah yang tepat sasaran.
Kasubag Umum BPS Banyuasin, Yeni Oktavia menjelaskan akan melakukan konfirmasi dan croshchek kelapangan terkait adanya dugaan tersebut.
"saya konfirmasi dulu dengan PJ Kecamatan, jika nanti berkenan mari bersama-sama croschek ke lapangan Pak menemui respondennya," kata Yeni melalui pesan whatsapp.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....