SKK Migas Gandeng Forkopimcam Jaga Operasi Hulu Migas

  • 22 Agt 2026 14:14 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • SKK Migas menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) bersama KKKS Medco E&P dan Pertamina Hulu Rokan Zona 4 pada Kamis, 20 Agustus 2026 di Palembang.
  • Kegiatan ini melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dengan fokus pada jalur pipa minyak bumi untuk membangun sinergi operasional.
  • Operasional hulu migas di lapangan menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan energi nasional yang memerlukan koordinasi dan pemahaman bersama antar pemangku kepentingan.

RRI.CO.ID, Palembang - Gangguan pada jalur pipa minyak bumi dapat menghambat operasi hulu migas dan berpotensi menimbulkan kerugian negara. Karena itu, SKK Migas bersama KKKS memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, TNI, dan Polri di sekitar wilayah operasi.

SKK Migas bersama Medco E&P Indonesia dan Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 menggelar forum diskusi, Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan tersebut melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) yang berada di sekitar jalur pipa minyak bumi.

Koordinator Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel Kurnia Ariwijayanti mengatakan forum tersebut menjadi ruang koordinasi antara KKKS dan pemerintah kecamatan. Menurutnya, sinergi diperlukan untuk mendukung kelancaran operasi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Kegiatan ini menjadi forum koordinasi membangun sinergi dengan pemerintah kecamatan di wilayah operasi hulu migas dua KKKS tersebut,” ungkap Kurnia.

Kurnia berharap forum tersebut dapat membahas berbagai persoalan, tantangan, dan potensi yang muncul di lapangan secara konstruktif. Pembahasan bersama diharapkan menghasilkan solusi yang tepat dan dapat diterima seluruh pihak.

Forum tersebut juga menjadi sarana memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi. Koordinasi yang semakin kuat diharapkan mampu mendukung keberlanjutan kegiatan hulu migas.

Peserta mendapatkan materi mengenai tata kelola hulu migas dan gangguan operasi pada jalur pipa penyalur minyak bumi. Materi tersebut disampaikan Koordinator Operasi SKK Migas Sumbagsel Febryan dan Kepala Subdit Waster Ditpamobvit Polda Sumsel AKBP Ali Sadikin.

AKBP Ali Sadikin membahas berbagai bentuk gangguan terhadap operasi hulu migas yang berpotensi menimbulkan kerugian negara. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan studi kasus dan diskusi untuk mendorong keterlibatan aktif peserta.

Manager Field Relation & Community Enhancement Medco E&P Indonesia Hirmawan Eko Prabowo mengapresiasi dukungan camat, kapolsek, dan danramil dalam forum tersebut. Menurutnya, pertemuan itu sekaligus memperkuat komunikasi untuk menjaga kelancaran operasi di sekitar jalur pipa migas.

“Selain menjaga silaturahmi, kegiatan ini juga memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan kerja sama untuk kelancaran operasi migas di wilayah jalur pipa migas,” ujarnya.

Manager Relations PHR Zona 4 Frans A Hukom mengatakan kegiatan tersebut menunjukkan sinergi antara SKK Migas, KKKS, dan pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi. Ia menilai dukungan berbagai pihak diperlukan untuk menjaga objek vital nasional dan keberlangsungan operasi hulu migas.

“PHR Zona 4 percaya bahwa pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi memiliki peran kunci dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui operasi hulu migas yang aman, selamat, dan andal,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri camat dari wilayah operasional Medco E&P dan PHR Zona 4. Unsur TNI dan Polri dari wilayah hukum sekitar operasi hulu migas juga mengikuti forum koordinasi tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....