BIAS 2026 Perkuat Imunitas Anak dan Cegah Penularan Penyakit

  • 23 Agt 2026 12:13 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 merupakan program rutin nasional untuk memperkuat perlindungan kesehatan anak usia sekolah dari berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.
  • Imunisasi dasar pada bayi dan balita belum sepenuhnya cukup untuk memberikan perlindungan jangka panjang terhadap berbagai penyakit.
  • Imunisasi perlu diperkuat kembali ketika anak memasuki usia sekolah untuk memastikan perlindungan kesehatan yang optimal.

RRI.CO.ID, Palembang - Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 dinilai penting untuk memperkuat perlindungan kesehatan anak usia sekolah dari berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. Program rutin nasional ini menjadi bagian dari upaya pemerintah melengkapi imunisasi dasar yang telah diberikan sejak masa bayi dan balita.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. Darsono mengatakan imunisasi dasar pada bayi dan balita belum sepenuhnya cukup untuk memberikan perlindungan jangka panjang. Karena itu, imunisasi perlu diperkuat kembali ketika anak memasuki usia sekolah.

Menurut Darsono, BIAS juga berperan mencegah penularan penyakit di lingkungan sekolah yang memiliki tingkat interaksi dan kerumunan anak cukup tinggi. Beberapa penyakit seperti campak, rubella, dan difteri dinilai berpotensi cepat menular apabila tidak dicegah melalui imunisasi.

"Perlindungan tersebut tidak hanya ditujukan kepada anak yang menerima imunisasi. Anak yang sehat juga dapat membantu mengurangi risiko penularan penyakit kepada anggota keluarga lain yang lebih rentan, termasuk adik dan anggota keluarga lanjut usia," ujar Darsono.

Ditambahkan Darsono, Pada BIAS 2026, imunisasi diberikan sesuai kelompok usia dan kelas. Anak kelas 1 SD atau sederajat, termasuk anak tidak sekolah berusia sekitar tujuh tahun, mendapatkan vaksin campak-rubella pada Agustus dan vaksin DT pada November.

Sementara itu, anak kelas 2 SD atau sederajat mendapatkan vaksin DT pada November sebagai lanjutan imunisasi sebelumnya. Untuk anak kelas 5, vaksin HPV diberikan pada Agustus, kemudian vaksin DT diberikan pada November untuk melengkapi perlindungan imunisasi.

Darsono menjelaskan, vaksin HPV pada BIAS juga menjadi bagian dari upaya pencegahan kanker, khususnya bagi anak perempuan. Di Sumatera Selatan, pemberian HPV masih difokuskan kepada anak perempuan, termasuk anak kelas 6 yang sebelumnya belum memperoleh vaksin tersebut di kelas 5.

Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mengimbau orang tua dan sekolah tidak ragu mengikuti program BIAS 2026. Darsono menegaskan vaksin yang diberikan telah melalui prosedur, ditangani petugas terlatih, serta ditujukan untuk melindungi anak sebagai generasi penerus. Orang tua yang anaknya belum mengikuti imunisasi di sekolah dapat mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan yang menyediakan vaksin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....