Nobar di Bioskop, Siswa SD Negeri 23 Belajar Bahasa Indonesia Lewat Film

  • 21 Agt 2026 08:15 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Sebanyak 337 siswa sekolah dasar dari kelas 1 hingga 6 mengikuti kegiatan nonton bareng film Akal Imitasi di Palembang Icon.
  • Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pembelajaran melalui tontonan yang berkaitan dengan materi Bahasa Indonesia.
  • Melalui film, siswa diperkenalkan dengan berbagai unsur sinematik dan peran dalam produksi film seperti reporter, produser, sutradara, tokoh utama, dan antagonis.

RRI.CO.ID, Palembang - Sebanyak 337 siswa sekolah dasar (SD) dari kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti kegiatan nonton bareng (Nobar) film Akal Imitasi di Palembang Icon. Kegiatan tersebut diikuti siswa bersama sejumlah orang tua pendamping dan bertujuan memberikan pembelajaran melalui tontonan yang berkaitan dengan materi Bahasa Indonesia.

Kegiatan nonton bareng ini menjadi sarana bagi siswa untuk memahami berbagai unsur dalam sebuah film dan cerita. Melalui film tersebut, siswa diperkenalkan dengan berbagai peran di balik produksi film, seperti reporter, produser, sutradara, hingga tokoh utama dan antagonis.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Wakasek Humas) SD Negeri 23 Palembang, Muslim, mengatakan, jumlah siswa yang mengikuti kegiatan kali ini sekitar 337 orang. Jumlah tersebut belum termasuk orang tua yang turut mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung.

Menurut Muslim, kegiatan nonton bareng ini juga mengajarkan siswa agar tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dalam proses belajar. Teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran tetapi siswa tetap diarahkan untuk membaca buku dan mengikuti materi yang diberikan guru.

"Film Akal Imitasi dipilih karena memiliki keterkaitan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia. Dalam film, siswa dapat melihat bagaimana sebuah cerita disusun serta mengenal berbagai unsur yang terdapat dalam sebuah karya, termasuk karakter, alur, peran, dan proses produksi," ujar Muslim. Rabu, 19 Agustus 2026.

Muslim menjelaskan kegiatan nonton bareng seperti ini bukan kali pertama dilaksanakan. Kegiatan serupa telah rutin digelar setiap tahun dan dalam beberapa kesempatan dapat dilaksanakan hingga dua kali dalam setahun.

Muslim berharap kegiatan nobar dapat membuat siswa lebih memahami bahwa sebuah film tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga merupakan hasil dari proses kreatif. Di dalamnya terdapat penyusunan cerita, pengembangan imajinasi, pengarahan serta berbagai peran yang saling berkaitan hingga menghasilkan sebuah film.

Selain memberikan pengalaman belajar di luar kelas, kegiatan nobar ini dapat meningkatkan minat siswa terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Siswa juga diharapkan tetap menjadikan buku dan pembelajaran dari guru sebagai sumber utama, sementara teknologi dan AI digunakan secara bijak sebagai sarana pendukung belajar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....