Festival Perahu Bidar Palembang Didorong Naik Kelas
- 19 Agt 2026 11:05 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendorong Festival Perahu Bidar Palembang dikembangkan menjadi event budaya berkelas internasional.
- Festival perahu bidar dianggap memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara serta memperkuat identitas budaya lokal.
- Asisten I Sekda Sumatera Selatan Apriyadi mendorong inovasi dalam penyelenggaraan festival agar tidak monoton dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi setiap tahun.
RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendorong Festival Perahu Bidar dan perahu hias tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu, Kota Palembang dikembangkan menjadi event budaya berkelas internasional. Festival yang menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu dinilai memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Apriyadi, mengapresiasi Pemerintah Kota Palembang yang konsisten mempertahankan tradisi lomba perahu bidar. Namun, ia mendorong adanya inovasi agar penyelenggaraan festival tidak monoton setiap tahun dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Menurut Apriyadi, Festival Perahu Bidar tidak seharusnya hanya menjadi agenda tahunan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Kegiatan yang lekat dengan sejarah Sungai Musi tersebut dapat dikembangkan menjadi event budaya yang lebih kreatif melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha dan sektor pariwisata.
“Festival ini jangan hanya menjadi perlombaan setiap tahun. Kita harus berinovasi agar memiliki daya tarik dan nilai jual yang lebih tinggi, bahkan bisa dikenal hingga tingkat internasional,” ujar Apriyadi. Senin 17 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, perahu bidar memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting bagi masyarakat Sumatera Selatan. Pada masa lalu, perahu menjadi sarana transportasi sekaligus mendukung aktivitas perdagangan masyarakat yang bermukim di sepanjang Sungai Musi dan sembilan anak sungainya.
Karena itu, sejarah tersebut dinilai dapat dipadukan dengan berbagai atraksi untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih menarik. Seni, pertunjukan budaya, kuliner khas Palembang hingga aktivitas wisata dapat menjadi bagian dari rangkaian Festival Perahu Bidar.

Apriyadi menilai konsep tersebut dapat membuat wisatawan tidak hanya datang untuk menyaksikan perlombaan. Mereka juga dapat diajak mengenal sejarah Sungai Musi, menikmati kuliner khas Palembang, menyaksikan pertunjukan budaya serta melihat kehidupan masyarakat yang tumbuh bersama sungai.
"Pengembangan festival juga dinilai sejalan dengan potensi Sumatera Selatan di sektor pariwisata budaya, religi dan kuliner. Dengan pengemasan yang lebih kreatif, Festival Perahu Bidar dapat menjadi salah satu sarana memperkuat promosi destinasi wisata sekaligus memperkenalkan identitas Palembang dan Sumatera Selatan," katanya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha dan sektor pariwisata. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan konsep festival yang lebih menarik, berkelanjutan dan memiliki daya saing sehingga mampu menjangkau wisatawan lokal, regional hingga mancanegara.
Dengan inovasi dan kolaborasi yang kuat, Festival Perahu Bidar diharapkan tidak lagi sekadar menjadi perlombaan tradisional tahunan. Dari tepian Sungai Musi, tradisi tersebut berpeluang menjadi panggung budaya yang memperkenalkan sejarah, kekayaan wisata dan identitas Palembang serta Sumatera Selatan kepada dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....