Memaknai Kemerdekaan dalam Islam, Kebebasan yang Bertanggung Jawab

  • 19 Agt 2026 15:04 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kemerdekaan dalam perspektif Islam bukan hanya kebebasan dari penjajahan, tetapi kebebasan yang terarah dan tetap berada dalam batas tuntunan Allah SWT.
  • Manusia memiliki kebebasan untuk berpikir, menentukan pilihan, dan menjalani kehidupan, namun kebebasan tersebut bukan berarti tanpa batas atau pertanggungjawaban.
  • Ustaz Asep Saepuddin menjelaskan konsep ini dalam program Mutiara Pagi RRI pada Senin 17 Agustus 2026, menekankan pentingnya memahami makna kemerdekaan dari sudut pandang ajaran Islam.

RRI.CO.ID, Palembang - Kemerdekaan dalam Islam tidak hanya berarti terbebas dari penjajahan. Kebebasan juga harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan tetap mengikuti tuntunan Allah SWT.

Ustaz Asep Saepuddin dalam program Mutiara Pagi RRI, Senin, 17 Agustus 2026, mengatakan Islam memandang kemerdekaan sebagai kebebasan yang terarah. Manusia bebas berpikir, memilih, dan menjalani kehidupan, tetapi tetap memiliki batas.

“Seorang Muslim yang merdeka bukan berarti bebas melakukan apa saja, tetapi memahami batas-batas yang telah ditetapkan Allah SWT,” kata Asep.

Menurut Asep, keterikatan seorang Muslim kepada aturan Allah SWT justru menjadi bagian dari kemerdekaan. Ketaatan terhadap syariat dan peningkatan ketakwaan dapat mengantarkan seseorang pada kebebasan yang lebih bermakna.

Ia mengatakan kebebasan berpikir juga perlu ditempatkan dalam bingkai keimanan dan ketakwaan. Kebebasan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan nilai agama atau merugikan orang lain.

“Islam tidak membenarkan adanya diskriminasi berdasarkan latar belakang seseorang, karena kemuliaan manusia tidak ditentukan oleh status sosial, suku, maupun kelompoknya,” ujarnya.

Menurutnya, perbedaan manusia di hadapan Allah SWT ditentukan oleh ketakwaan. Karena itu, semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui kehidupan yang adil, saling menghargai, dan bebas dari diskriminasi.

Asep juga mengajak masyarakat mensyukuri kemerdekaan dengan menjaga kedamaian dan persatuan. Menurutnya, kemerdekaan merupakan anugerah sekaligus amanah yang harus dipelihara bersama.

Ia menegaskan kemerdekaan tidak seharusnya berhenti pada perayaan seremonial. Masyarakat perlu mengisinya dengan kepedulian terhadap sesama, perilaku yang bertanggung jawab, dan ketaatan kepada Allah SWT.

Dalam perspektif Islam, kemerdekaan berarti mampu menjalani kehidupan tanpa penindasan sekaligus bertanggung jawab atas setiap pilihan. Ketakwaan dan aturan Allah SWT menjadi pedoman agar kebebasan tetap membawa kebaikan bagi diri sendiri dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....