Polda Sumsel Kerahkan 354 Personel Hadapi Puncak Karhutla
- 17 Agt 2026 20:59 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Polda Sumatera Selatan mengerahkan 354 personel untuk menangani kebakaran hutan dan lahan dalam menghadapi puncak musim kemarau 2026.
- Operasi Aman Nusa II Tahun 2026 menyebar pasukan ke lima wilayah yang menjadi prioritas penanganan karhutla dengan komposisi 197 anggota Polda Sumsel dan 157 personel Polres jajaran.
- Apel pergeseran pasukan dilaksanakan di Mako Brimob Polda Sumatera Selatan pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026 sebagai penanda dimulainya operasi intensif.
RRI.CO.ID, Palembang - Polda Sumatera Selatan mengerahkan 354 personel untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan menghadapi puncak musim kemarau. Personel Operasi Aman Nusa II Tahun 2026 disebar ke lima wilayah yang menjadi prioritas penanganan karhutla.
Pergeseran pasukan ditandai melalui Apel Pergeseran Pasukan Operasi Aman Nusa II Tahun 2026 di Mako Brimob Polda Sumsel, Sabtu, 15 Agustus 2026. Personel yang dikerahkan terdiri atas 197 anggota Polda Sumsel dan 157 personel Polres jajaran.
Lima wilayah prioritas tersebut meliputi Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Penukal Abab Lematang Ilir. Penempatan personel difokuskan untuk mempercepat deteksi dan penanganan kebakaran sebelum api meluas.
Direktur Samapta Polda Sumsel Kombes Pol. Ridwan meminta personel mengutamakan deteksi dini dan mempercepat pemadaman. “Jangan menunggu api membesar. Deteksi sedini mungkin dan lakukan pemadaman secepatnya,” tegas Ridwan.
Menurut Ridwan, keberhasilan operasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan petugas memadamkan api. Upaya pencegahan dan pengurangan dampak karhutla juga menjadi indikator penting keberhasilan operasi.
Penguatan operasi dilakukan setelah jumlah titik panas di Sumatera Selatan meningkat. Pada 1 hingga 10 Agustus 2026 tercatat 2.145 hotspot dengan jumlah tertinggi pada 10 Agustus sebanyak 251 titik.
Konsentrasi titik panas antara lain berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir sebanyak 54 titik dan Musi Banyuasin sebanyak 51 titik. Data BPBD juga mencatat 37 kejadian karhutla dalam satu hari pada 2 Agustus 2026.
Operasi Aman Nusa II Tahun 2026 berlangsung sejak 7 Agustus hingga 30 September 2026. Personel di wilayah prioritas menjalankan patroli, deteksi dini, mitigasi, edukasi, pemadaman, serta mendukung proses penegakan hukum.
Penanganan karhutla dilakukan melalui sinergi bersama TNI, BPBD, pemerintah daerah, perusahaan, dan unsur terkait lainnya. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempercepat respons sekaligus mencegah kebakaran meluas.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya mengatakan penanganan karhutla membutuhkan kecepatan informasi dan kerja sama seluruh pihak. “Masyarakat diingatkan untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran,” ujar Nandang.
Polda Sumsel juga meminta masyarakat aktif melaporkan setiap indikasi kebakaran kepada petugas. Pencegahan dan respons cepat diharapkan dapat menekan dampak karhutla terhadap masyarakat, kesehatan, dan lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....