Luasan Karhutla di Sumsel Capai 1.926,2 Hektare, Melonjak Signifikan di Bulan Juli

  • 15 Agt 2026 09:02 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang- Berdasarkan hasil analisa Citra Satelit kerjasama antara Kemenhut dan BRIN, Kebakaran hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) hingga Juli mencapai 1.926,2 hektare. Jumlah itu meningkat pesat jika dibandingkan pada Juni 2026.

Pada bulan Juni luasan karhutla yang tercatat yakni sekitar 664,8 hektare. Namun mendekati musim kemarau, angka tersebut melonjak hingga 1.261,4 hektare luasan yang terbakar hingga Juli.

“Berdasarkan analisa citra satelit kerjasama antara Kemenhut dan BRIN hingga Juli, luasan karhuta meningkat signifikan mencapai 1.926,2 hektare. Dari jumlah tersebut, 1.857,7 hektare terjadi di lahan mineral dan 68,5 hektare berada di lahan gambut," ujar Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, Kamis 13 Agustus 2026.

Ferdian menilai kondisi ini menjadi perhatian penting karena Sumsel merupakan salah satu wilayah yang memiliki kawasan rawan karhutla, terutama saat musim kemarau. Penanganan dan pencegahan kebakaran pun perlu terus diperkuat untuk mencegah meluasnya titik api dan dampak asap.

"Tentunya ini menjadi warning penting. Peningkatan signifikan dan ancaman ke depan dapat terjadi seiring dengan puncak musim kemarau (yang terjadi Agustus-September)," ungkapnya.

Apalagi Ferdian menuturkan penanganan karhutla juga menghadap sejumlah kendala. "Kondisi di lapangan semakin susah air dan OMC juga tidak sesuai target karena tidak ada awan potensial di musim kemarau, sehingga hujan sulit terjadi, " jelasnya.

Adapun luasan karhutla di Ogan Komering Ulu (OKU) tercatat paling tinggi, mencapai 516 hektare lahan yang terbakar. Selanjutnya, luasan karhutla di Banyuasin mencapai 274,4 hektare dengan 17,5 hektare di antaranya di lahan gambut.

Kemudian di Ogan Ilir dengan luasan 272,5 hektare, Ogan Komering Ilir (OKI) 230,3 hektare, Muba 228 hektare dengan 29,1 hektare di antaranya di lahan gambut, Muara Enim 141,9 hektare, dan Muratara 111,9 hektare (19,9 hektare di gambut).

Lalu, di PALI 57,4 hektare (2 hektare di gambut), OKU Selatan 55,2 hektare, OKU Timur 23,2 hektare, Prabumulih 7,3 hektare, Lahat 6 hektare, Palembang 1,5 hektare, Mura 0,6 hektare.

Sementara , berdasarkan Analisa Citra Satelit u ntuk Kota Lubuklinggau, Pagar Alam, dan Empat Lawang tercatat nihil luasan karhutla. Luasan karhutla di Sumsel itu lebih tinggi dibandingkan periode yang sama dibandingkan 2023-2025.

Ferdian merincikan, pada 2023 luasan karhutla mencapai 1.178,5 hektare, 2024 seluas 963,1 hektare, dan 2025 sebesar 1.382,4 hektare. "Sementara pada 2022 luasan karhutla lebih tinggi, mencapai 2.445,7 hektare," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....