Krisis Literasi Digital Tantang di Dunia Pendidikan
- 12 Agt 2026 12:40 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Teknologi digital mengubah lanskap pendidikan Indonesia dengan membawa peluang dan tantangan baru dalam proses belajar mengajar.
- Kemampuan memahami isi bacaan dan menyaring informasi menjadi keterampilan kritis yang harus dikuasai di era digital untuk menghindari misinformasi.
- Guru SMP Negeri 16 Palembang menekankan bahwa masyarakat harus terbiasa mencari informasi dari sumber-sumber yang dapat dipercaya dan terverifikasi.
RRI.CO.ID, Palembang - Perkembangan teknologi digital membawa perubahan dalam dunia pendidikan. Namun, kondisi ini juga menghadirkan tantangan dalam kemampuan memahami dan menyaring informasi.
Guru SMP Negeri 16 Palembang, Linda Hastuti, mengatakan, kemampuan memahami isi bacaan dan memilah informasi juga menjadi bagian dari persoalan tersebut. Karena itu, masyarakat perlu terbiasa mencari informasi melalui sumber yang dapat dipercaya.
"Pendampingan terhadap anak juga dinilai penting, terutama dalam penggunaan gawai dan media sosial. Orang tua dan guru perlu membantu anak mengenali informasi yang layak dipercaya," Hal itu dibahas dalam program Kita Indonesia PRO 1 RRI Palembang, Kamis, 23 Juli 2026.
Di SMP Negeri 16 Palembang, siswa tidak diperbolehkan membawa gawai selama mengikuti kegiatan di sekolah. Kebijakan itu diterapkan agar perhatian siswa tidak mudah teralihkan saat pembelajaran berlangsung.
Linda mengatakan, aturan tersebut bukan bentuk penolakan terhadap perkembangan teknologi. Sekolah tetap menggunakan teknologi digital, termasuk televisi sebagai salah satu media pembelajaran.
Penggunaan teknologi juga dilakukan untuk mendukung kegiatan sekolah dan menyebarkan informasi kepada masyarakat. Berbagai kegiatan sekolah dipromosikan melalui media sosial, termasuk akun Instagram resmi sekolah.
Sementara terkait penggunaan kecerdasan buatan atau AI, Linda menilai teknologi tersebut tidak perlu dianggap sebagai ancaman. Penggunaannya tetap membutuhkan kebijaksanaan agar manfaatnya dapat diperoleh tanpa mengabaikan risikonya.
Edukasi mengenai penggunaan media sosial juga diberikan kepada siswa baru saat Pengenalan Lingkungan Sekolah. Salah satunya mengenai etika menghubungi guru melalui aplikasi percakapan agar tetap sopan dan sesuai kebutuhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....