Literasi Sejarah Dinilai Penting Kenalkan Pahlawan Sumsel

  • 13 Agt 2026 00:33 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Minimnya sosialisasi sejarah dikhawatirkan memudarkan rasa bangga generasi muda terhadap pahlawan dan sejarah daerah asalnya.
  • TP2GD mendorong penguatan literasi sejarah melalui berbagai media dan kegiatan agar sosok, perjuangan, serta nilai-nilai kepahlawanan lebih dikenal generasi muda.
  • Pengenalan Sultan Mahmud Badaruddin II dan dr. A.K. Gani kepada generasi muda Sumsel dinilai masih minim, terutama terkait perjuangan dan kontribusi keduanya.

RRI.CO.ID, Palembang - Pengenalan generasi muda terhadap pahlawan nasional asal Sumatera Selatan dinilai masih perlu diperkuat. Kondisi itu terutama menyangkut sosok Sultan Mahmud Badaruddin II dan dr. A.K. Gani yang memiliki peran penting dalam sejarah bangsa.

Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Palembang, DR. Kemas A.R. Panji, mengatakan tidak semua generasi muda memahami perjuangan kedua tokoh tersebut. Ia menilai minimnya sosialisasi menjadi salah satu faktor yang membuat sejarah pahlawan daerah kurang dikenal.

“Belum semua masyarakat, khususnya generasi muda, mengetahui secara mendalam sosok, perjuangan, serta kontribusi kedua tokoh tersebut bagi bangsa dan daerah,” katanya dalam Dialog Palembang Menyapa RRI, Senin, 10 Agustus 2026.

Menurut Kemas, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena generasi muda merupakan penerus yang akan menjaga ingatan sejarah bangsa. Kurangnya pengenalan terhadap tokoh daerah dikhawatirkan turut mengurangi rasa bangga terhadap sejarah dan identitas Sumatera Selatan.

Ketua TP2GD Palembang DR. Kemas A.R. Panji saat berbincang dalam Dialog Palembang Menyapa RRI mengenai pahlawan nasional asal Sumatera Selatan. (Foto:RRI/Zhohorianis Chitra Asmara)

Kemas mengatakan pengenalan sejarah tidak cukup hanya dengan mengabadikan nama pahlawan sebagai nama jalan, bangunan, fasilitas publik, atau monumen. Masyarakat perlu memahami pemikiran, perjuangan, kontribusi, serta nilai yang diwariskan para tokoh tersebut.

“Pengenalan terhadap pahlawan daerah tidak cukup hanya melalui nama jalan, bangunan, fasilitas publik, atau monumen,” ujarnya.

Ia mendorong pemerintah dan berbagai pihak memperluas sosialisasi sejarah melalui media serta kegiatan yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Pemanfaatan berbagai saluran informasi dinilai penting agar kisah perjuangan pahlawan dapat disampaikan secara menarik dan mudah dipahami.

Kemas menilai penguatan literasi sejarah dapat menjadi cara untuk menjaga hubungan generasi muda dengan sejarah daerah. Pengetahuan tersebut juga dapat menumbuhkan kebanggaan terhadap tokoh perjuangan yang memiliki keterkaitan langsung dengan Sumatera Selatan.

Ia berharap pengenalan Sultan Mahmud Badaruddin II dan dr. A.K. Gani terus dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan pendidikan dan masyarakat. Upaya tersebut diharapkan memperkuat kecintaan generasi muda terhadap sejarah daerah sekaligus perjuangan bangsa Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....