Densus 88 Edukasi 450 Peserta UIN Cegah Radikalisme Digital

  • 27 Agt 2026 23:37 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Densus 88 AT Polri dan Direktorat Binmas Polda Sumsel menyelenggarakan seminar pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di UIN Raden Fatah Palembang dengan melibatkan 450 peserta termasuk 400 mahasiswa baru.
  • Seminar mengusung tema peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menjaga persatuan bangsa dan mencegah penyebaran paham IRET.
  • Kegiatan edukasi berlangsung di Academic Center Building UIN Raden Fatah Palembang pada Rabu, 26 Agustus 2026 dengan kehadiran pimpinan kampus dan jajaran Polda Sumsel.

RRI.CO.ID, Palembang - Densus 88 Antiteror Polri mengedukasi sekitar 450 peserta UIN Raden Fatah Palembang tentang bahaya intoleransi dan radikalisme digital. Seminar pada Rabu, 26 Agustus 2026, menekankan pentingnya literasi digital untuk mencegah penyebaran paham ekstremisme dan terorisme.

Tim Cegah Satgaswil Sumatera Selatan Densus 88 menggelar kegiatan bersama Direktorat Binmas Polda Sumsel. Sekitar 400 mahasiswa baru mengikuti seminar di Academic Center Building UIN Raden Fatah Palembang.

Kombes Pol Kurnia Hadi menjelaskan terorisme dapat berkembang melalui tahapan intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme. Perkembangan teknologi digital dinilai membuat penyebaran narasi kebencian berlangsung semakin cepat dan menjangkau lebih banyak orang.

“Mahasiswa harus punya literasi digital yang kuat agar tidak mudah terprovokasi narasi kebencian,” ujarnya. Ia meminta mahasiswa meningkatkan kemampuan mengenali informasi bermuatan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Seminar juga membahas pola penyebaran paham radikal melalui pertemuan langsung maupun ruang digital. Brigpol Wahyu Ansori menjelaskan kelompok rentan, sedangkan Brigpol Aprican Rinaldi mendorong mahasiswa menyebarkan konten positif.

Brigpol Achmad Nur Rohman mengenalkan prinsip “Stop, Cek, Pikir, Bagikan” sebelum mahasiswa menyebarkan informasi. Ia juga membahas faktor kerentanan, seperti perundungan, persoalan keluarga, serta penggunaan gawai secara berlebihan.

Mantan narapidana terorisme asal Sumatera Selatan, Abdurrahman Taib, turut membagikan pengalamannya kepada peserta. Ia menjelaskan pola perekrutan kelompok radikal dan dampaknya terhadap persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Mahasiswa harus jadi benteng pertama, kuatkan wawasan kebangsaan, pilih pergaulan positif, dan bijak di media sosial,” ujarnya. Pesan tersebut menekankan peran generasi muda dalam mencegah penyebaran paham radikal sejak lingkungan terdekat.

Wakil Rektor III UIN Raden Fatah Syahril Jamil dan jajaran Direktorat Binmas Polda Sumsel turut menghadiri kegiatan. Seminar diharapkan memperkuat ketahanan ideologi mahasiswa sekaligus membangun sikap kritis, toleran, dan berwawasan kebangsaan.

Pada hari yang sama, Densus 88 juga memberikan edukasi kepada 100 siswa dan guru MAN 2 Palembang Kampus B. Briptu Nicolas Saputra membahas konsensus dasar negara, ciri akun radikal, modus terorisme, serta langkah pencegahan.

Materi di sekolah menegaskan terorisme tidak berkaitan dengan satu agama tertentu. Densus 88 mendorong generasi muda menjadi penyebar pesan perdamaian di keluarga, sekolah, kampus, dan lingkungan sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....