Warga Pangkalan Benteng Resah Aktivitas Kendaraan Galian Rusak Jalan Umum

  • 13 Agt 2026 15:28 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Banyuasin – Warga Desa Pangkalan Benteng, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, resah dengan aktivitas mobil angkutan tanah dari lokasi pengerukan yang diduga merupakan galian C. Masyarakat mempertanyakan legalitas kegiatan tersebut sekaligus mengkhawatirkan dampaknya terhadap kondisi jalan dan keselamatan pengguna jalan.

Pantauan di lokasi, Minggu, 9 Agustus 2026 menunjukkan sejumlah aktivitas pengerukan menggunakan alat berat. Tanah hasil pengerukan kemudian diangkut menggunakan kendaraan angkutan material yang keluar-masuk kawasan tersebut.

Aktivitas itu disebut warga telah berlangsung beberapa hari. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kendaraan pengangkut material melintas di sekitar kawasan permukiman dan menggunakan akses yang juga dilalui masyarakat.

Kepala Desa Pangkalan Benteng, Agus Kurniawan, membenarkan adanya aktivitas pengerukan di wilayah desanya. Menurutnya, pemerintah desa telah berupaya berkoordinasi dengan pihak yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.

"Kami tidak mempersoalkan kegiatan usaha, yang penting jangan merugikan masyarakat," ujar Agus.

Ia meminta pengelola memperhatikan kondisi jalan yang dilalui kendaraan angkutan tanah. Pemerintah desa juga berharap aktivitas tersebut tidak mengganggu mobilitas warga maupun menimbulkan kerusakan pada akses jalan.

"Yang kami minta, jalan dijaga dan masyarakat jangan sampai terganggu," katanya.

Sementara itu, Ketua BPD Pangkalan Benteng menyebut pihaknya belum mendapatkan penjelasan secara terbuka mengenai kegiatan pengerukan tersebut. Masyarakat sebelumnya menerima informasi bahwa lahan akan digunakan untuk pemerataan atau persiapan pembangunan.

Warga juga mengkhawatirkan debu dan potensi gangguan keselamatan akibat kendaraan angkutan tanah yang keluar-masuk lokasi. Mereka berharap instansi terkait segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan tujuan pengerukan dan legalitas kegiatan.

Pemerintah desa dan BPD selanjutnya berkoordinasi dengan unsur terkait, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Pemeriksaan lapangan diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai status kegiatan serta memastikan aktivitas pengerukan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....