Jelang HUT ke-81 RI, Penjualan Bambu Merah Putih Marak di Palembang

  • 12 Agt 2026 12:55 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Penjualan bambu merah putih kembali marak di Palembang menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia sebagai bagian dari tradisi menyemarakkan kemerdekaan
  • Adi menjual bambu merah putih Rp45 ribu per batang dan memperoleh keuntungan sekitar Rp10 ribu dari setiap bambu atau bendera yang terjual.
  • Penjualan tahun ini disebut sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya sehingga pedagang berharap daya beli masyarakat kembali meningkat.

RRI.CO.ID, Palembang - Penjualan bambu merah putih kembali marak di sejumlah kawasan Kota Palembang menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia. Tradisi memasang bambu merah putih menjadi salah satu aktivitas masyarakat untuk menyemarakkan momentum kemerdekaan setiap Agustus.

Salah seorang penjual bambu merah putih keliling, Adi, mengatakan dirinya kembali berjualan atribut kemerdekaan setiap menjelang Agustus. Bambu tersebut diperoleh dari agen pembuat dan kemudian dijual secara keliling kepada masyarakat.

Adi menjual bambu merah putih sepanjang sekitar 4,5 meter dengan harga Rp45 ribu per batang. Satu set bambu merah putih dijual Rp95 ribu, sedangkan bendera Merah Putih berukuran 120 sentimeter dijual Rp35 ribu hingga Rp40 ribu.

“Setiap menjelang Agustus saya memang jual bambu merah putih,” kata Adi saat ditemui di kawasan 2 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, Senin, 10 Agustus 2026. “Bambu ini dari agen pembuatnya, saya hanya menjual keliling kepada masyarakat,” ujarnya.

Untuk menjangkau pembeli, Adi berangkat dari rumahnya di kawasan Kertapati sejak pukul 04.30 WIB. Ia membawa bambu menggunakan mobil menuju lokasi awal dan kemudian berjalan kaki menyusuri kawasan 1 Ilir hingga Cinde.

Adi juga menjajakan dagangannya di sejumlah lokasi lain, seperti Pusri, Bukit, dan pasar-pasar. Di luar momentum kemerdekaan, ia biasanya menjual berbagai barang lain, seperti sapu lidi dan tirai bambu.

Adi menuturkan, berjualan bambu merah putih merupakan pekerjaan musiman untuk menambah penghasilan. Dalam kesehariannya, ia bekerja sebagai mekanik di sebuah bengkel mobil.

Dalam sehari, Adi biasanya membawa sekitar 10 batang bambu dan lima bendera untuk dijual. Ia memperoleh keuntungan sekitar Rp10 ribu dari setiap bambu dan bendera yang terjual.

Jika kondisi ramai, seluruh dagangan Adi dapat habis terjual dalam sehari. Namun, ketika pembeli sepi, ia hanya mampu menjual sekitar tiga hingga lima batang bambu per hari.

Meski tradisi memasang bambu merah putih masih dilakukan masyarakat, Adi mengaku penjualan tahun ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut terlihat dari dagangannya yang tidak secepat biasanya habis terjual.

“Kalau tahun kemarin biasanya sore atau malam sudah habis,” ujarnya. “Tahun ini memang terasa agak menurun dibanding sebelumnya, tapi harus disyukuri berapo pun dapat rejeki hari ini,” katanya.

Adi berharap kondisi perekonomian masyarakat kembali stabil sehingga daya beli meningkat dan memberikan dampak positif bagi pedagang kecil. Menurutnya, kestabilan ekonomi penting bagi pelaku usaha musiman yang mengandalkan momentum tertentu, termasuk penjual atribut kemerdekaan.


Laporan: M. Wirya Gunawan, Mahasiswa magang Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....