Wagimin Pengamen Robot, Raup Penghasilan dari Kostum Karakter Buatan Sendiri
- 15 Agt 2026 09:07 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Profesi pengamen robot menjadi salah satu bentuk ekonomi kreatif yang semakin diminati masyarakat Indonesia, khususnya di Palembang.
- Wagimin (49) telah menekuni profesi pengamen robot selama lima tahun dengan memanfaatkan kostum karakter populer untuk menghasilkan pendapatan.
- Pelaku seni jalanan menggunakan kesempatan berbagai event dan kegiatan besar untuk membuka peluang penghasilan melalui pertunjukan mereka.
RRI.CO.ID, Palembang - Profesi pengamen robot kini menjadi salah satu bentuk ekonomi kreatif yang mulai diminati masyarakat. Selain menghibur, pelaku seni jalanan memanfaatkan kostum karakter populer untuk membuka peluang penghasilan, terutama saat berbagai kegiatan dan event besar digelar.
Salah satu pelaku profesi tersebut adalah Wagimin (49), warga Sako, Kenten yang telah menekuni pekerjaan sebagai pengamen robot selama lima tahun. Ia biasa tampil di sejumlah lokasi di Palembang, termasuk kawasan Jalan Betawi Raya, Sialang, Kecamatan Sematang Borang.
Berbeda dengan sejumlah pengamen robot lainnya, Wagimin membuat sendiri seluruh kostum yang digunakannya. Ia menggunakan bahan dasar busa hati atau spons EVA yang kemudian dibentuk dan dicat menyerupai karakter populer yang diinginkan.
Menurut Wagimin, pembuatan satu kostum membutuhkan waktu cukup lama. Mulai dari membuat pola, membentuk bagian kostum hingga proses pengecatan, satu karakter paling cepat diselesaikan dalam waktu sekitar dua bulan.
“Semua kostum saya buat sendiri. Paling cepat sekitar dua bulan sudah termasuk proses pengecatan. Saya memang lebih memilih berdiri sendiri daripada bergabung dengan komunitas,” ujar Wagimin, Kamis 13 Agustus 2026.
Salah satu karakter yang membuat namanya dikenal adalah Bumblebee. Selain tampil di Palembang, Wagimin juga kerap menerima kesempatan tampil dalam berbagai event di luar Sumatera Selatan, termasuk di Bengkulu dan Ambon.
Ia juga berencana menghadiri Festival Pacu Jalur di Teluk Kuantan, Riau, pada 19 Agustus 2026. Sementara ketika tidak ada agenda besar, Wagimin tetap mengamen di sejumlah kawasan Palembang untuk mengisi aktivitas sehari-hari.
Wagimin mengatakan profesi pengamen robot mulai semakin dikenal sejak sekitar 2020. Kehadiran kegiatan seperti Car Free Day dan Car Free Night di Palembang turut membuka ruang bagi pelaku hiburan jalanan untuk tampil dan berinteraksi dengan masyarakat.
Dari aktivitas tersebut, penghasilan Wagimin masih bergantung pada situasi dan jumlah kegiatan yang diikuti. Dalam kondisi biasa pendapatannya tidak menentu hanya sekitar Rp30 ribu sampai Rp50 ribu, sedangkan saat mengikuti event besar penghasilannya dapat mencapai sekitar Rp500 ribu hingga Rp800 ribu.
Setiap hari Wagimin biasanya mulai beraktivitas sekitar pukul 08.00 hingga 13.00 WIB. Kostum dibawa menggunakan sepeda motor atau sesekali transportasi daring karena dirancang dapat dilipat. Ia berharap pemerintah memberikan perhatian kepada pelaku ekonomi kreatif, terutama dukungan untuk pengembangan kostum dan perlengkapan pertunjukan agar kualitas karya semakin baik.
Laporan: M. Wirya Gunawan, Mahasiswa magang Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....